nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Kekeringan Sungai Cisadane, PUPR Perbaiki 10 Pintu Air dan Siapkan Sumur

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 20:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 26 320 2084110 antisipasi-kekeringan-sungai-cisadane-pupr-perbaiki-10-pintu-air-dan-siapkan-sumur-eemW8Zwaom.jpeg Ilustrasi Pintu Air (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyiapkan beberapa langkah antisipasi terjadinya kekeringan di Sungai Cisadaneyang mengingat akan memasuki musim kekeringan. Apalagi pasokan air dari sungai Cisadane ini berperan penting dalam irigasi lahan pertanian dan kebutuhan air baku.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Bambang Hidayat mengatakan pihaknya melakukan perbaikan terhadap 10 pintu air. Hingga saat ini dari 10 pintu , sudah ada 6 pintu yang sudah rampung perbaikannya.

Perbaikan pintu air ditargetkan rampung pada akhir tahun 2019. Adapun yang bertindak sebagai kontraktor adalah Barata Indonesia (Persero).

Baca Juga: Age Challenge, Cari Perbedaan Tuanya Menteri Basuki

“Sekarang sudah ada 6 pintu dari 10 pintu yang sudah diperbaiki,” ujarnya saat ditemui Tangerang, Banten, Jumat (26/7/2019).

Menurut Bambang, perbaikan bendungan yang terakhir kali dilakukan pada 1930 ini dalam rangka untuk menutup kebocoran yang membuat debit air menurun. Apalagi saat ini sudah memasuki masa musim kemarau atau kekeringan, yang membuat debit air di Sungai Cisadane mengalami penurunan cukup signifikan.

Akibatnya, beberapa desa yang menjadi daerah irigasi Cisadane turut terdampak kekeringan. Penurunan itu terdeteksi dari turunnya tinggi muka air Bendungan Pasar Baru, atau yang dikenal sebagai Bendungan Pintu Air Sepuluh.

Baca Juga: Menteri Basuki Ikut Age Challenge, Hasilnya Tak Diduga

Berdasarkan pantauan yang dilakukannya sejak kemarin, Kamis, 25 Juli 2019, tinggi muka air di bendungan tersebut turun 1,2 meter dari yang normalnya setinggi lebih dari 12,50 meter. Dengan begitu, tinggi muka airnya menjadi hanya 11,30 meter saat ini.

"Kemarin ada salah satu pintu kita perbaiki, ternyata ada yang bocor. Jadi turun 1,2 meter kubik karena di tambah musim kemarau kan," jelasnya.

Bambang menjelaskan, Bendung Pasar Baru Cisadane memegang peranan sangat penting. Bagaimana tidak, hingga bendungan ini bisa mengairi lahan pertanian seluas 22.411 yang tersebar di lima desa di Kecamatan Mauk, Tangerang.Luas lahan tersebut mengalami penyusutan hampir separuhnya akibat alih fungsi lahan.

Jika mengalami kekeringan, tentunya akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian sekitar . Oleh karena itu, selain perbaikan debit air, pihaknya juga menyiapkan lima sumur bor jika sewaktu-waktu bendungan atau sungai cisadane ini benar-benar mengalami kekeringan.

Hingga saat ini, debit air di Bendung Pasar Baru Cisadane belum mencapai level siaga. Eleveasi bendung mencapai level 11,30 meter atau di bawah level normal 12,50 meter, sedangkan level siaga terjadi bila debit air berada di bawah delegasi elevasi 10 meter.

Dia memperkirakan luas lahan yang terdampak kekeringan berkisar 710 hektare atau setara 3,16% dari luas lahan pertanian yang mendapat irigasi dari bendung tersebut. Lahan seluas itu juga terancam gagal panen jika musim kekeringan tidak segera diantisipasi.

"Antisipasi kekeringan kita siapkan pompa di masyarakat. Masih juga (kering), sumur dalam atau air tanah kita bikin. Rencananya di lima desa. Sumur dalam bisa mendadak langsung sebulanan sudah keluar airnya," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini