nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Rini Ungkap Kesulitan Pengelolaan Tambang Grasberg

Minggu 28 Juli 2019 15:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 28 320 2084622 menteri-rini-ungkap-kesulitan-pengelolaan-tambang-grasberg-JYXUuqo4cu.jpg Tambang Grasberg Freeport (Foto: Reuters)

MIMIKA - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan tidak mudah mengelola aset besar seperti tambang emas dan tembaga Grasberg di Mimika, Papua.

Oleh karena itu, Rini meminta BUMN PT Inalum dan pemerintah daerah di Papua selaku pemilik akumulasi saham 51% PT Freeport Indonesia (PT FI) benar-benar menyiapkan sumber daya manusia dan teknologi infrastruktur yang mumpuni agar produksi Grasberg dapat terus berkelanjutan dan menjadi aset kebanggaan Tanah Air.

Baca Juga: Menteri Rini Perdana Kunjungi Grasberg Freeport Usai Diambil RI

"Saya tentunya berharap ini betul-betul akan menjadi aset Indonesia yang dapat kita banggakan. Selain itu tentunya menjadi tempat pembelajaran putra putri Indonesia," ujar Rini di tambang bawah tanah Grasberg berkedalaman 1.700 meter di bawah permukaan tanah, dikutip dari Antaranews, di Mimika, Papua, Minggu (28/7/2019).

Rini mengaku kunjungan Sabtu ini adalah kunjungan perdananya ke PT FI di Grasberg, yang pada 2018 memberikan nilai keekonomian hingga USD2,2 miliar bagi Indonesia dalam bentuk pajak, royalti, dividen dan pembayaran lainnya.

Baca Juga: Produksi Emas Freeport Anjlok 76% Pasca-Dicaplok Indonesia

Dia mengaku sengaja baru pertama kali menginjakkan kaki di Grasberg, karena ingin berkunjung ke tambang historis saat mayoritas sahamnya sudah dimiliki Indonesia.

Rini berharap kepemilikan mayoritas ini benar-benar dimanfaatkan, agar kelak perusahaan negara bisa menemukan dan mengelola tambang-tambang lain selain Grasberg.

"Sehingga ke depan kita harapkan kalau nanti kita harus membuka tambang-tambang yang baru, yang punya kesulitan seperti ini, kita sudah dapat melakukannya sendiri," ujarnya.

Rini juga berharap semakin banyak tenaga kerja asli Indonesia yang bekerja mengelola tambang Grasberg di Papua. Saat ini sudah cukup banyak SDM Indonesia yang terlibat.

Saat ini, Rini menyebutkan, salah satu tantangan terbesar PT FI adalah menerapkan masa transisi yang mulus dari produksi tambang terbuka (open pit), yang bakal habis akhir tahun ini, ke aktivitas pengerukan emas tambang bawah tanah (underground), yang lebih kompleks.

"Harus hati-hati, kami melihat ini sudah ada underground mining, tapi beberapa titik yang lebih kecil, ternyata kalau tidak dijaga dengan hati-hati, air juga mulai masuk. Itu bisa membuat sulit pengambilan dari mineralnya sehingga harus dijaga," ujarnya.

Indonesia secara sah memiliki 51 persen saham Freeport setelah BUMN PT Indonesia Asahan Analum (Inalum) menyepakati persetujuan penjualan dan pembelian (Sales Purchase Agreement/SPA) dengan Freeport Mcmoran Inc dan Rio Tinto pada akhir 2018.

Saat ini kepemilikan PT FI adalah 26,24% milik PT Inalum, 25% PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM) dan 48,76% Freeport McMoran Inc.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini