Presiden Jokowi Temui Bos SoftBank, Grab hingga Tokopedia

Senin 29 Juli 2019 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 29 320 2084911 presiden-jokowi-temui-bos-sofbank-grab-hingga-tokopedia-LkmX4qAhJL.jpg Foto: Pertemuan Jokowi dengan CEO Softbank hingga Tokopedia (Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menerima pendiri dan pimpinan Softbank Masayoshi dan CEO Grab Anthony Tan di Istana Merdeka, Jakarta, hari ini.

Selain pimpinan Softbank dan Grab, tampak hadir dalam pertemuan itu Board Director, Executive Vice President & CSO Softbank Kataunori Sago, CEO Tokopedia William Tanuwijaya President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Baca Juga: UEA Bakal Bangun Gudang LPG di Indonesia

Sementara itu, Presiden Jokowi didampingi, antara lain, oleh Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Pendiri dan pimpinan Softbank Masayoshi usai pertemuan menyebutkan bank itu akan segera investasi kembali di Indonesia sebesar USD2 miliar. Investasi itu merupakan tambahan atas investasi yang sudah dilakukan sebelumnya sebesar sekitar USD2 miliar.

Baca Juga: UEA Investasikan Rp16,8 Triliun Bangun Pelabuhan di Gresik

Dia menyebutkan investasi itu akan melalui Grab dan perusahaan lain dengan penyediaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan menjelaskan bahwa mereka akan membangun ekosistem transportasi dengan kendaraan bertenaga listrik.

"Membangun ekosistem, mulai dari pembangunan baterai litium sampai sepeda motornya, busnya, sampai electric vehicle (kendaraan listrik), sampai station charging-nya," katanya, dikutip dari Antaranews, Senin (29/7/2019).

Dia menyebutkan investasi itu akan dilakukan di Jakarta sebagai proyek percontohan.

"Ini supaya cuaca atau kondisi udara yang jelek ini itu bisa teratasi. Targetnya dalam waktu 3 tahun ini harus selesai," katanya.

Dia menegaskan bahwa investasi yang sudah masuk sebesar USD2 miliar dan akan ditambah USD2 miliar lagi.

"Dalam pertemuan dengan Presiden, mungkin tambah USD1 miliar AS, jadi USD5 miliar dalam 5 tahun ke depan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini