Penurunan Suku Bunga Berdampak Cepat ke KPR

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 31 470 2086009 penurunan-suku-bunga-berdampak-cepat-ke-kpr-MJpVAse4dd.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia (BI) serempak melonggarkan kebijakannya lewat penurunan tingkat bunga. LPS menurunkan tingkat bunga penjaminan sebesar 25 bps untuk simpanan Rupiah dan BI menurunkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,75%.

Dengan dua kebijakan tersebut, Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menyatakan, penurunan akan diikuti suku bunga deposito perbankan yang kemudian penurunan pada suku bunga kredit.

 Baca Juga: Ini Skema KPR bagi 81 Juta Milenial agar Miliki Rumah

Halim menyatakan, biasanya dampak dari penurunan tingkat suku bunga acuan ke suku bunga kredit perbankan akan memakan waktu 3 bulan hingga 2 tahun.

"Transmisinya memang agak panjang. Namun kalau lihat dari tingkat bunga LPS turun, maka akan lebih cepat diikuti oleh perbankan. Karena sebagian besar Dana Pihak Ketiga (DPK) memang umumnya disimpan 3 bulan," ujar dia di Kantor LPS, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Menurutnya, sektor yang akan terdampak lebih cepat dalam penurunan ini adalah sektor properti. Suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) akan lebih menyesuaikan.

 Baca Juga: Rasio KPR Indonesia Hanya 2,9%, Jauh Tertinggal dari Malaysia 38%

Halim menilai, hal ini juga didorong karena sejalan dengan kebijakan pemerintah lewat program satu juta rumah.

"Untuk KPR dan KPA bisa lebih cepat. Karena itu juga lebih menarik dan ini buat bank secure karena ada agunannya," ungkapnya.

Dia juga menilai untuk sektor tekstil juga akan mengalami penurunan lebih cepat. "Sektor yang tidak banyak penggemarnya, memang mungkin akan lebih sensitif untuk turun duluan," lanjut dia.

Sementara itu untuk sektor pertambangan dan perkebunan, dinilai akan lebih sulit untuk mengalami penurunan suku bunga secara cepat. Sebeb kedua sektor itu memang masih berkaitan dengan risiko ekonomi global.

"Lalu sektor yang kompetitif seperti konsumer, itu perbankan akan mempertahankan. Suku bunganya tidak terlalu banyak berubah," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini