Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Realisasi Baru 10%, PLN Beberkan Kendala Proyek Pembangkit Listrik

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 01 Agustus 2019 |13:57 WIB
Realisasi Baru 10%, PLN Beberkan Kendala Proyek Pembangkit Listrik
Pembangkit listrik (Reuters)
A
A
A

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (persero) atau PLN menargetkan proyek 35.000 megawatt (mw) akan selesai pada 2024 mendatang. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan permintaan dan ketersediaan pasokan listrik.

"Saat ini realisasi proyek 35.000 mw mencapai 10%. Hingga bulan Juli mencapai 3.600 mw, atau 10% dari target," ujar EVP Corporate Communications dan CSR PT PLN (Persero) I Made Suprateka di Gedung PLN Pusat Jakarta, Kamis (1/8/2019).

 Baca juga: Ini Progres Proyek Pembangkit Listrik 35.000 Mw

Pembangkit listrik (Okezone)

Sedangkan, lanjut dia sebesar 1.000 mw tengah diproses karena didesain sebagai pembangkit listrik energi baru terbarukan. Dan 1.000 mw‎ sisanya merupakan berbahan energi fosil, namun tengah menemui kendala.

"Jadi, untuk kendala ini ada beberapa daerah yang tidak bisa dibangun PLTU, lalu ada beberapa PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) tidak ada sumber air. Maka itu daerah tersebut dibangun PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel)," tutur dia.

Sebelumnya, Pemerintah terus menggenjot pembangunan mega proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (mw). Terhitung sampai dengan 15 Juni 2019 proyek pembangkit telah memasuki tahap operasi (Comercial Operation Date/COD) mencapai sekitar 10% atau sebesar 3.617 MW.

“Progres program 35.000 MW terus kita dorong. Dari keseluruhan itu ada sekitar 360 unit pembangkit,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana di Gedung Ditjen Ketenagalistrikan Jakarta.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement