nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daya Beli Petani Meningkat di Juli 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 16:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 01 320 2086469 daya-beli-petani-meningkat-di-juli-2019-GzK5Z03aWr.jpg Petani (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatatkan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada April 2019 naik 0,29% dibandingkan Juli 2019. Terjadi peningkatan indeks NTP menjadi 102,63 dari bulan lalu yang sebesar 102,33.

Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo mencapai 1,90%, sebaliknya penurunan NTP terbesar terjadi di Sumatera Selatan mencapai 0,96%.

 Baca juga: Juni, Upah Buruh Tani Naik Tipis Jadi Rp54.152/Hari

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, kondisi kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian pada Juli 2019 ternyata lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani, maupun untuk keperluan produksi pertanian.

"Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 33 provinsi di Indonesia pada Juli 2019, NTP secara nasional naik 0,29%," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

 Baca juga:Nilai Tukar Petani Naik 0,38% pada Mei 2019

Untuk diketahui, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Pria yang akrab disapa Kecuk tersebut menyatakan, peningkatan NTP dipengaruhi subsektor tanaman pangan yang naik 0,36%, subsektor holtikultura sebesar 0,61%, subsektor peternakan 0,67%. Sebaliknya subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 0,40% dan subsektor perikanan turun 0,32%.

 Baca juga: Upah Buruh Tani Naik 0,17% tapi Daya Beli Turun

"Komoditas yang dominan memperbaiki indeks harga yang diterima petani adalah harga gabah dan kacang tanah," katanya.

BPS mencatat harga gabah kering panen ditingkat petani memang mengalami kenaikan sebesar 1,46% menjadi Rp4.618 per kilogram (kg). Juga seiring dengan kenaikan harga beras medium di tingkat penggilingan sebesar 0,49% menjadi sebesar Rp9.211 per kg.

Dia menyatakan, kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit juga mendorong peningkatan daya beli petani. Cabai merah tercatat mengalami inflasi sebesar 0,20% dan cabai rawit sebesar 0,06% di Juli 2019.

"Tetapi harga cabai merah dan cabai rawit perlu keseimbangan juga untuk tidak membebani konsumen," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini