nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Produksi Industri Manufaktur Tumbuh Lambat di Kuartal II-2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 17:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 01 320 2086489 produksi-industri-manufaktur-tumbuh-lambat-di-kuartal-ii-2019-yEBZvAtsYx.jpg Industri (Okezone)

JAKARTA - Industri manufaktur besar dan sedang (IBS), serta mikro dan kecil (IMK) mengalami tumbuh melambat pada kuartal II-2019. Kondisi ini sejalan dengan ekonomi global dan ekspor yang memang mengalami perlambatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, produksi industri manufaktur sedang dan besar tumbuh 3,62% di kuartal II-2019. Pertumbuhan ini melambat dari kuartal I-2019 yang tumbuh 4,45%, begitu pula dibandingkan dengan kuartal II-2018 yang tumbuh 4,36%.

 Baca juga: RI-Jepang Sepakat Bangun Kapasitas Sektor Manufaktur

"Trennya memang agak menurun," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Dia menyatakan, industri manufaktur sedang dan besar yang mengalami pertumbuhan produksi tertinggi sepanjang Maret-Juni 2019 adalah industri pakaian jadi sebesar 25,79%. Kemudian industri percetakan dan reproduksi media rekaman sebesar 22,70%.

 Baca juga: Sulteng Diprediksi Jadi Pusat Industri Manufaktur pada 2024

Lalu industri minuman yang tumbuh sebesar 22,52% dan industri kertas dan barang dari kertas tumbuh 11,24%. Serta industri pengolahan lainnya yang tumbuh 10,42%.

Sebaliknya, industri yang mengalami penurunan produk terendah adalah industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 21,46%. Lalu industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar 15,30%.

Kemudian industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidka termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya turun 14,88%. Serta industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki turun sebesar 14% dan industri barang galian bukan logam sebesar 13,60%.

"Yang perlu menjadi perhatian itu industri barang logam, bukan mesin dan perak, terlihat juga dari ekspornya yang memang tengah turun. Karet juga turun, selain ada penyakit juga ada penurunan harga, jadi ekspornya juga turun," jelas Suhariyanto.

Sementara itu, produksi industri manufaktur mikro dan kecil mengalami pertumbuhan 5,52% di kuartal II-2019. Realisasi ini melambat dari pertumbuhan di kuartal I-2019 yang sebesar 6,88%, namun lebih tinggi dibandingkan kuartal II-2018 yang sebesar 4,93%.

Adapun industri manufaktur mikro dan kecil yang memiliki pertumbuhan produksi tertinggi yakni industri komputer, barang elektronika dan optik sebesar 17,74%. Lalu industri percetakan dan reproduksi media rekaman 17,01%.

Kemudian produksi industri pengolahan lainnya naik 10,95%, industri makanan sebesar 9,25%, serta industri minuman sebesar 8,66%. Sebaliknya, produksi industri logam dasar mengalami penurunan terendah sebesar 26,09%. Serta industri mesin dan perlengkapan turun sebesar 16,63%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini