Sri Mulyani: Pak Jokowi Larang Saya Pulang ke Amerika, Disuruh Jadi Menteri Keuangan

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 02 20 2086895 sri-mulyani-pak-jokowi-larang-saya-pulang-ke-amerika-disuruh-jadi-menteri-keuangan-hZoBaAthTr.jpg Foto: Jokowi dan Sri Mulyani (Antara)

JAKARTA - Di depan pengusaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani menceritakan pengalamannya ketika kembali menjadi Menteri Keuangan dan melepaskan jabatannya sebagai Managing Director di World Bank.

"Jadi, saat saya melakukan kunjungan kerja di Indonesia dan saya masih bekerja di Bank Dunia. Saya tidak boleh pulang ke Amerika Serikat oleh Presiden Jokowi. Pak Jokowi sedang mengumumkan reshuffle dan saya disuruh menjadi Menteri Keuangan," ujar dia, Jumat (2/8/2019).

 Baca Juga: Sri Mulyani Beri Sinyal Gelar Tax Amnesty Jilid II

Menurutnya, keputusan untuk kembali menjadi Menteri Keuangan bukan keputusan mudah. Pasalnya saat sedang kerja pada zona nyaman di Bank Dunia. Tiba-tiba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta, dirinya untuk bergabung pada kabinetnya.

"Bagi pribadi saya ini meninggalkan zona nyaman dan zona surplus penghasilan. Artinya di waktu kita bisa pergi ke seluruh dunia dan berkontribusi ke seluruh pembangunan dan saya punya kesempatan ketemu para pemimpin lain," kata dia.

 Baca Juga: Amerika Kenakan Tarif Tambahan 10% untuk Produk China, Begini Reaksi Sri Mulyani

Dia menuturkan, salah satu alasan dirinya bersedia menjadi kembali Menteri Keuangan pada pemerintahan Jokowi-JK karena Presiden Jokowi bilang ingin membangun Indonesia berkadilan. Di mana hal tersebut merupakan cita-cita yang mulia.

"Jadi ketika Presiden Jokowi minta saya menjadi Menteri Keuangan ya saya anggap oke. Saya rasa saya sudah kontribusi ke dunia melalui Bank Dunia. Di mana Bank Dunia secara internal ada reform. Saya sampaikan saya selesaikan dulu reform dan saya siap kembali," tutur dia.

Dia juga mengungkapkan, saat baru kali menjabat kembali Menteri Keuangan di 2016, kondisi ABPN sedang masa sulit sekali. Dan sedang gencar-gencarnya tax amnesty kepada wajib pajak.

"Waktu pak Jokowi ada usulan pelaksanaan tax amnesty. Saya terus terang waktu tax amnesty kayak buat sunset policy 2009, Anda tidak dicarikan dendanya tapi kita beri sunset untuk declare waktu itu penerimaan negara naik. Tax amnesty lebih heboh kan enggak diminta denda dan bayarnya cuma 2%," pungkas dia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini