nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Lagi Gratis, Pengelola Usul Toilet di Rest Area Berbayar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 14:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 02 320 2086879 tak-lagi-gratis-pengelola-usul-toilet-di-rest-area-berbayar-Tp5TK6LRN0.jpg Foto: Rest Area (Kementerian PUPR)

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia (Aprestindo) mengusulkan adanya toilet berbayar di tempat peristirahatan (rest area) jalan tol, sehingga, nantinya ada dua jenis toilet yang tersedia di setiap rest area, yakni berbayar dan tidak alias gratis.

Ketua Umum Aprestindo Widie Wahyu menjelaskan, pengelolaan toilet di rest area tidak mudah. Sebab, ongkos yang dikeluarkan untuk perawatan rutin toilet memang cukup besar.

Baca Juga: Berlaku 9 Agustus, Tarif Tol Pandaan-Malang Rp898 per Km

Menurutnya, pengelola rest area memang mendapatkan tagihan dari pemerintahan daerah, mulai dari tagihan air hingga retribusi lainnya. Untuk biaya penyediaan air saja bisa mencapai puluhan juta.

"Toilet itu setiap hari ada saja yang rusak. Dan untuk yang rest area yang ramai, itu untuk air saja biayanya bisa belasan sampai puluhan juta. Belum listrik, belum lagi buat sabun, pembersih, dan sebagainya," jelas dia ditemui di Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Baca Juga: Usai Lebaran, Tol Pandaan-Malang Masih Gratis

Widie menyatakan, perawatan rest area memang menjadi salah satu biaya operasional yang paling besar. Oleh sebab itu, pihaknya meminta untuk pemerintah bisa membuat dua standar toilet di rest area, berbayar dan gratis.

Dia menyatakan, nantinya toilet berbayar akan memiliki fasilitas dan kualitas bangunan yang berbeda. Di dalamnya bisa saja tersedia kamar mandi.

"Tarif yang dikenakan toilet berbayar ini bisa mulai dari Rp2.000," katanya.

Sedangkan pengadaan toilet gratis, lanjut Widie, memang tetap dilakukan karena menjadi bagian dari standar pelayanan minimum (SPM) yang ditetapkan Kementerian PUPR.

"Jadi ini masih dibahas regulasinya, berapa persentase yang gratis dan yang berbayar," imbuh dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini