nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksesibilitas ke Bandara YIA Diminta Diperhatikan

Kuntadi, Jurnalis · Senin 05 Agustus 2019 22:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 05 320 2088138 aksesibilitas-ke-bandara-yia-diminta-diperhatikan-vYMxuzeCnK.jpg Bandara (Shutterstock)

KULONPROGO - Komisi V DPR RI menyoroti akses transportasi dari dan ke bandara Internasional Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) yang terletak di Kabupaten Kulonprogo, DIY. Lokasi bandara masih jauh dari pusat kota di Yogyakarta.

“Yang ketinggalan ini tinggal aksesibilitas, kalau proses pembangunan sudah bagus,” jelas Ketua Tim reses Komisi V DPR RI di Bandara YIA, Sigit Sosiantomo, disela kunjungan ke YIA.

 Baca juga: Pembangunan Underpass Terpanjang di Bawah Terminal Bandara YIA Dikebut

Bandara YIA, kata dia, akan menjadi icon untuk Jawa dan Yogyakarta. Pemerintah harus mendukung moda transportasi yang ada agar akses semakin mudah. Sebab dengan kondisi yang ada saat ini, dari Yogyakarta butuh waktu lebih dari satu jam dan itu sudang sangat lama.

Bandara YIA harus didukung dengan askes transportasi yang menyambung langsung dengan jalur kereta. Saat ini kereta api baru berhenti di Stasiun Wojo,Purworejo yang harus dihubungkan lagi dengan shuttle bus.

 Baca juga: AirAsia Mulai Mendarat di Bandara Baru Yogyakarta International Airport

Selain akses transportasi kereta, politisi PKS ini juga melihat pentingnya akses jalan tol. Baik terhubung dengan jalan Tol di Bawen yang terhubung Trans Jawa maupun dengan menghubungkan dengan jalan tol yang ada di Kartosuro, Boyolali.

“Masalah ini akan kami bawa dalam rapat kerja dengan mitra kerja secepatnya,” jelasnya.

Dukungan konektivitas ini sangat diperlukan agar YIA bisa berkembang. Jangan sampai karena akses yang terbatas, menjadikan bandara ini tidak diminati. Kejadian di Kertajati sudah membuktikan dan tidak boleh ada kejadian serupa.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi berharap adanya dukungan dari Komisi V untuk mengatasi permasalahan aksesibilitas ini. Jangan sampai bandara jadi namun akses yang ada masih terbatas. Apalagi bandara YIA memiliki kapasitas yang sangat besar.

“Aksesibilitas ini yang harus diprioritaskan agar progres yang ada bisa terselesaikan,” jelasnya.

Ke depan, bandara YIA ini akan dilengkapi dengan kereta api yang langsung masuk bandara. Sesuai target pada 2020 harus sudah terbangun dan terintegrasi dengan bandara.

“Secara bertahap kita akan pindah 65 penerbangan di Adistujipto ke YIA. Khususnya yang dari luar Jawa,” jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini