nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Mantan Bos The Fed Kritik Campur Tangan Trump saat Pembuatan Keputusan

Rabu 07 Agustus 2019 14:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 07 20 2088874 4-mantan-bos-the-fed-kritik-campur-tangan-trump-saat-pembuatan-keputusan-cAG2x0SFFY.jpg The Fed (Reuters)

NEW YORK - Empat orang mantan kepala bank sentral, AS, atau Federal Reserves, Selasa (6/8), mengecam Presiden Donald Trump yang berusaha campur tangan dalam pengambilan keputusan penting, khususnya tentang penurunan tingkat suku bunga.

Keempat mantan pejabat itu, yaitu Paul Volcker, Alan Greenspan, Ben Bernanke dan Janet Yellen, mengatakan dalam artikel yang dimuat harian Wall Street Journal, bahwa sejarah menunjukkan bank sentral membuat keputusan yang paling baik bagi perekonomian Amerika, apabila pimpinannya bisa membuat keputusan yang bebas dari tekanan politik.

 Baca juga: Turunkan Suku Bunga, The Fed Pertimbangkan Hal Ini

Ketua the Feds saat ini, Jerome Powell, telah berulang kali mendapat tekanan dan serangan dari Presiden Trump, dan bahkan dilaporkan sedang berusaha memecat atau menurunkan jabatannya sebagai kepala bank sentral.

Dalam waktu setahun terakhir, Trump terus menekan Powell karena ia tidak senang bank sentral menaikkan tingkat suku bunga empat kali tahun lalu, dan tahun ini dianggap lambat untuk menurunkan suku bunga itu.Bank sentral menurunkan tingkat suku bunga dengan seperempat point minggu lalu dan para pakar yakin akan ada pemotongan lagi untuk menjaga perekonomian Amerika dari goncangan yang disebabkan sengketa perdagangan dengan China.

 Baca juga: Menolak Dipecat Trump, Ini Sosok Jerome Powell sang Gubernur The Fed

“Secara kolektif, kami telah mengabdi kepada negara selama hampir 40 tahun dan kami telah diangkat dan diangkat kembali oleh enam orang presiden dari partai Republik dan Demokrat,” kata keempat mantan ketua bank sentral itu mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

“Tidak semua keputusan kami sempurna, tapi kami percaya keputusan-keputusan itu lebih baik karena merupakan keputusan yang tidak memihak kepentingan tertentu, dan penilaian yang tidak bersifat politis, dibanding keputusan yang didorong oleh kepentingan politik jangka pendek,” tambah mereka.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini