nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementerian PUPR Fokus Kembangkan Pembangunan Rumah Berbasis Komunitas

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 14:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 07 470 2088892 kementerian-pupr-fokus-kembangkan-pembangunan-rumah-berbasis-komunitas-rWrUwkXzWc.jpg Rumah (Antara)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pembangunan rumah subsidi berbasis komunitas. Ini menyusul sudah suksesnya pembangunan rumah berbasis komunitas yang menyasar beberapa komunitas tukang cukur rambut asal garut (Asgar).

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Khalawi Abdul Hamid mengatakan, program ini memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan. Apalagi, program rumah subsidi berbasis komunitas ini mendapatkan instruksi khusus dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Baca juga:  Harga Naik Rp10 Juta, Menteri Basuki: Permintaan Rumah Subsidi Bertambah

Dia mencontohkan, untuk Komunitas Pemangkas Rambut yang ada di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tercatat ada sekitar tujuh juta orang yang menjadi anggotanya dan tersebar di seluruh Indonesia.

 Rumah Subsidi

"Coba bayangkan kalau mereka bisa massal membangun perumahan di seluruh kota, itu luar biasa. Bukan lagi sejuta atau dua juta rumah dalam setahun, tapi tujuh juta," ujarnya saat di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (5/8/2019).

 Baca juga: Harga Baru Rumah Subsidi, Cek di Sini

Mengenai skema pembiayaannya nantinya ada beberapa yang ditawarkan. Seperti misalnya skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui bank yang sudah ditunjuk oleh Kementerian PUPR.

Asal tahu saja, lanjut Khalawi, saat ini Bank BTN sudah membaca hal tersebut dengan segera memfasilitasinya dengan kredit tanah maupun konstruksi. Sementara subsidinya pun dibantu oleh fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP, yang juga telah disokong oleh pihak Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR.

 Baca juga: Harga Rumah Subsidi Naik Jadi Rp140 Juta Mulai Juli 2019

"Kita kasih ke Pak Heri (Eko Djoeli Heripoerwanto) subsidinya melalui FLPP. Itu targetnya di Garut tahap awal 500 unit. Itu bagus sekali lokasinya, tempatnya juga indah," ucapnya.

Jika program ini sukses lanjut Khalawi, proyek selanjutnya akan menyasar komunitas atau kalangan aparatur sipil negara (ASN) dari TNI/Polri. Adapun lokasi pengembangan perumahan TNI/Polri yang berada di Kota Palembang itu, merupakan sumbangan seorang pengembang yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

"Ada satu pengembang di Palembang, Pak Chandra namanya. Dia punya 100 hektare, dan ingin menyumbangkannya untuk MBR. Padahal harga tanah di situ sudah di atas Rp5 juta per meter. Tapi dia cuma targetkan Rp1 juta per meter, dan dia mau bangun rumah MBR untuk ASN TNI/Polri," jelasnya.

Dengan pengembangan perumahan berbasis komunitas seperti yang dilakukan kepada Komunitas Pemangkas Rambut di Garut dan kalangan ASN TNI/Polri di Palembang itu, Khalawi berharap ke depannya pola semacam ini akan semakin marak.

Sehingga, berbagai komunitas yang ada bisa saling dukung-mendukung dalam hal kepemilikan hunian yang layak, khususnya bagi MBR dan kalangan masyarakat non-fix income melalui berbagai fasilitas pembiayaan.

"Kemudian berbagai mekanisme yang bisa menjangkau para non-fix income, melalui berbagai upaya seperti misalnya perluasan KPR mikro dan lain sebagainya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini