nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tarif 6.704 Produk Indonesia ke Cile 0% Mulai Hari Ini

Delia Citra, Jurnalis · Sabtu 10 Agustus 2019 15:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 10 320 2090188 tarif-6-704-produk-indonesia-ke-chili-0-mulai-hari-ini-DjeXLXCDlX.jpg Kontainer (Reuters)

JAKARTA - Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) resmi dibuka. Pasalnya, ada sekira 7.669 pos tarif untuk produk Indonesia yang dihapus bea masuknya oleh Cile.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo mengatakan, dari 7.669 produk tersebut, 6.704 produk telah berlaku 0% mulai hari ini. Tarif tersebut akan berlaku secara bertahan hingga 6 tahun ke depan.

 Baca juga: CEPA Indonesia-Korsel Ditargetkan Selesai di 2019

"Untuk itu, tarif preferensi IC-CEPA ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha Indonesia," ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo dilansir dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, Sabtu (10/8/19).

 Kontainer

Dalam IC-CEPA terdapat juga produk-produk Indonesia yang mendapat tarif 0 persen di pasar Chile, antara lain yaitu produk pertanian (kelapa sawit, teh, kopi, pisang, sarang burung walet, sayur, dan buah tropis, dan lain-lain), produk perikanan (tuna, lobster, udang, kepiting, dan ubur-ubur, dan lain-lain), produk manufaktur (alas kaki, ban, tekstil, perhiasan, dan peralatan militer), dan lain sebagainya.

 Baca juga; Hasil Pertemuan Mendag dengan Menteri Perdagangan Turki

Sedangkan, produk potensial Indonesia yang belum diekspor ke Chile atau nilainya relatif kecil adalah karet alam, minyak sawit, sabun, cocoa butter, pakaian bayi, baterai, besi baja, tas, kamera, dan lain-lain.

Perdagangan Indonesia dan Chile tentunya meguntungkan bagi pelaku usaha maupun konsumen. Konsumen pun bisa dapat menikmati banyaknya varian produk berkualitas di pasar.

Agar bisa memperoleh tarif preferensi IC-CEPA, eksportir dan importir harus menyiapkan persyaratan yang sudah ditentukan . Eksportir Indonesia harus melampirkan surat keterangan asal (SKA) atau certificate of origin form (COO) IC-CEPA, sebagaimana yang diatur dalam Permendag No.59 Tahun 2019. SKA dapat diperoleh dari instansi penerbit SKA (IPSKA) yang tersebar di kota, kabupaten, dan provinsi di Indonesia.

Sedangkan untuk importir, tarif preferensi IC-CEPA dapat diperoleh dengan menyerahkan SKA atau COO IC-CEPA pada saat deklarasi impor barang dibuat beserta dokumen pendukung lainnya. Untuk mendapatkan info lebih lanjut mengenai IC-CEPA pelaku usaha dapat langsung berkonsultasi dengan Free Trade Agreement (FTA) Center yang terdapat di lima kota besar yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Seperti diketahui, dengan diresmikannya IC-CEPA saat ini, telah di terbitkan juga tiga peraturan pelaksana yang terdiri dari:

a) Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 59 Tahun 2019 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Keterangan Asal untuk Barang Asal Indonesia;

b) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 105/PMK.010/2019 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk dalam rangka IC-CEPA;

c) PMK No. 109/PMK.04/2019 tentang Tata Cara Pengenaan Tarif Bea Masuk atas Impor Berdasarkan Perjanjian atau Kesepakatan Internasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini