nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru 3 Provinsi Bebas Stunting, KKP Gencar Kampanye Makan Ikan

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 11 Agustus 2019 10:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 11 320 2090465 baru-3-provinsi-bebas-stunting-kkp-gencar-kampanye-makan-ikan-gmE6SqnfLE.jpg Foto: KKP Gelar Kampanye Makan Ikan

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat baru tiga provinsi di Indonesia yang lepas dari masalah stunting. Untuk itu, KKP terus gencar melakukan sosialisasi Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) ke daerah-daerah yang tingkat konsumsi ikannya masih rendah.

Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Aryo Hanggono mengatakan, peningkatan konsumsi ikan ini menjadi penting karena kandungan gizi pada ikan mampu mengatasi masalah hambatan pertumbuhan (stunting) yang melanda di beberapa daerah di Indonesia. Untuk itu, kali ini KKP mendorong konsumsi ikan di Garut, karena Provinsi Jawa Barat belum terlepas dari masalah stunting.

Baca Juga: KKP Musnahkan 20 Alat Tangkap Benih Lobster

“Mengonsumsi ikan mampu atasi gizi buruk. Makanya kami akan terus mengajak masyarakat terus makan ikan, terutama daerah yang tingkat konsumsinya masih rendah. Salah satunya di Garut ini,” katanya, dalam keterangannya, Minggu (11/8/2019).

Angka konsumsi ikan Kabupaten Garut 2018 hanya sebesar 20,70 kg/kapita (setara ikan utuh segar), masih di bawah angka konsumsi ikan Provinsi Jawa Barat 29,64 kg/kapita. Jumlah ini bahkan jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional yang sebesar 50,69 kg/kapita.

“Bukan hanya Garut, masih banyak daerah yang tingkat konsumsinya rendah. Makanya kami nanti kami akan hadir di sana,” paparnya.

Baca Juga: Menteri Susi Ingatkan Tak Tangkap dan Jual Lobster Secara Ilegal, Ruginya Miliaran

Apalagi menurut Aryo, di tengah jumlah penduduk yang terus meningkat, sangat penting menjaga ketahanan pangan. Ikan menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Oleh karena itu, ketersediaannya harus cukup, baik diperoleh dari perikanan tangkap maupun hasil budidaya.

"Salah satu kegiatan untuk menjaga ketersediaan ikan ya restocking, dengan menebar benih ikan nilem seperti yang baru saja dilakukan di Situ Bagendit ini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Garut Rudy Gunawan mengungkapkan, ikan menjadi bagian penting dari upaya mencerdaskan dan meningkatkan gizi anak-anak Garut yang saat ini jumlah mencapai 400 ribu jiwa dari total jumlah 2,7 juta penduduk Garut.

“Bila ini (upaya peningkatan konsumsi ikan) terus dilaksanakan maka akan tercipta generasi emas pada tahun 2045 mendatang,” yakinnya.

Rudy Gunawan juga mengklaim, program dan bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat telah berhasil menekan angka kemiskinan di Kabupaten Garut turun sebesar 2% yaitu dari 11,27% di 2017 menjadi 9,27% di 2018.

“Kontribusi bantuan yang diberikan pusat untuk garut sangat besar terutama untuk penurunan angka kemiskinan,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini