Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekspor RI Tak Bisa Bergantung pada AS dan China

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 12 Agustus 2019 |03:05 WIB
Ekspor RI Tak Bisa Bergantung pada AS dan China
Pelabuhan Tanjung Priok (Foto: Koran Sindo)
A
A
A

JAKARTA - Memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dengan China membuat ekspor Indonesia semakin tertekan. Diperlukan solusi, supaya pendorong pertumbuhan ekonomi ini bisa dimaksimalkan.

"Kedua negara (AS dan China) adalah pasar mayoritas ekspor, jadi dampak sektor rill kelihatan bahwa ekspor ada perlambatan," tutur Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.

Ada dua hal yang bisa diupayakan agar ekspor RI kembali meningkat. Pertama, mendiversivikasi produk ekspor dan kedua, perluasan pasar.

Pertama, RI ke depan diharap bisa mendiversifikasi produk dari komoditi base ke manufaktur dengan bahan baku bisa diproduksi sendiri. Kemudian, kedua, saatnya melakukan perluasan pasar ekspor dari negara konvensional menjadi non konvensional.

“Makanya coba di buka di middle, Afrika memang ada masalah logistic karena jauh. Tapi tentu ada harapan efisiensi makin tercipta meski masalah itu bisa di atur lah,” tuturnya.

Baca Selengkapnya: Saran BI untuk Tingkatkan Ekspor di Tengah Perang Dagang

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement