nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Strategi BI Jadikan Manufaktur Indonesia Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 12:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 12 320 2090790 strategi-bi-jadikan-manufaktur-indonesia-kunci-pertumbuhan-ekonomi-Z5PSy3ElzP.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendorong industri manufaktur nasional guna menopang pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, BI menggelar seminar internasional mengenai manufaktur bertemakan Structural Transformation through Manufacturing Sector Development for High and Sustainable Economic Growth.

Deputi Gubernur BI Dodi Budi Waluyo menjelaskan, kegiatan kali ini merupakan rangkaian dari rapat koordinasi pusat dan daerah (Rakorpusda) yang akan diselenggarakan pada September 2019.

"Jadi, seminar ini untuk membahas strategi pengembangan manufaktur. Seperti permasalahan yang akan muncul. Dan juga mengusulkan kebijkan bersama dengan semua pihak terkait," ujar dia di Gedung Bank Indonesia Jakarta, Senin (12/8/2019).

 Baca Juga: Produksi Industri Manufaktur Tumbuh Lambat di Kuartal II-2019

Dia berharap kegiatan ini, paling tidak akan mendengar apa itu rencana blue print dari sektor industri ke depan. "Seperti apa saja strateginya dan apa quick winnya dari semua sektor prioritas," kata dia.

Dia menjelaskan untuk mengembangkan industri manufaktur yang lebih kuat dan berorientasi masa depan untuk landasan ekspor dan meningkatkan neraca transaksi berjalan tidak tugas yang mudah. Maka itu, BI selaku bank sentral telah mendorong kemajuan sektor manufaktur dari sisi kebijakan moneter yakni relaksasi kebijakan.

"Salah satu upaya yang telah dilakukan, yakni menambah likuiditas melalui operasi moneter dan menurunkan biaya giro wajib minimum (GWM). Dan juga dari sisi suku bunga yang diturunkan. Jadi BI berikan kelonggaran kebijakan moneter kita," ungkap dia.

 Baca Juga: RI-Jepang Sepakat Bangun Kapasitas Sektor Manufaktur

Ke depannya, lanjut dia dirinya berharap, sektor manufaktur dapat menyumbangkan angka ekspor dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Yang hingga kuartal II-2019 masih bertengger pada angka 5,05%," pungkas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini