nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SKK Migas Tunggu Laporan Kerugian Bocornya Gas Pertamina di Karawang

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 15:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 12 320 2090895 skk-migas-tunggu-laporan-kerugian-bocornya-gas-pertamina-di-karawang-G7slSRXnWf.jpg Foto: Penanganan Kebocoran Gas Pertamina (Pertamina)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) belum menghitung berapa kerugian akibat bocornya lapangan minyak di anjungan YY sumur YYA-1 milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Baca Juga: Jaga Ekosistem, Penanganan Tumpahan Minyak Jangan Berlarut-larut

Wakil Ketua SKK Migas Fatar Yani Abdurahman mengatakan, pihaknya sudah meminta laporan kerugian kepada PHE ONWJ. Hingga saat ini, SKK Migas masih menunggu hasil laporan kerugian tersebut.

“Ya kami ambil dari situ aja nanti, karena kami yang minta,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Baca Juga: Tumpahan Minyak Pertamina, Gubernur Jabar Minta Kompensasi

Menurut Fatir, pihaknya enggan membuat perhitungan sendiri, karena untuk menghindari bercabangnya data kerugian yang beredar di masyarakat.

“Belum, kita lagi sama dia datanya. SKK tidak berani ngeluarin angka itu karena nanti salah memperkirakan. Karena ini kan banyak, kalau angka mesti benar-benar data yang tercatat kalau tidak tercatat nanti repot,” katanya.

Sebagai informasi, Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) berhasil mempercepat rencana tajak pengeboran Relief Well YYA-1RW sebagai upaya menghentikan gelembung gas setelah selama satu Minggu melakukan survei untuk menentukan titik sumur dan penempatan ring

Pengeboran sumur telah dimulai jam 14.00 WIB pada Kamis 1 Agustus atau 2 hari lebih cepat dari jadwal semula. Sampai pukul 06.00 WIB pagi ini, Sabtu Agustus, pengeboran sudah mencapai kedalaman 136 meter dan terus dilanjutkan sampai target kedalaman 2.765 meter.

PHE ONWJ menggandeng perusahaan berpengalaman di bidang well control yang telah terbukti sukses menangani hal yang sama antara lain peristiwa di Teluk Meksiko, kendati permasalahan yang saat ini terjadi di PHE ONWJ dalam skala yang jauh lebih kecil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini