nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut Sebut SoftBank Bakal Suntik Startup Aruna

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 14:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 13 320 2091341 menko-luhut-sebut-softbank-bakal-suntik-startup-aruna-1fCLegNGFs.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - SoftBank Group Jepang kembali akan mengincar perusahaan-perusahaan startup Indonesia. Di mana sebelumnya menyuntikkan dana kepada Grab Indonesia sebanyak USD2 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, salah satu startup Indonesia yang di incar oleh SoftBank adalah Aruna Indonesia. Startup yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan.

"Mereka (SoftBank), juga pengen masuk di Aruna. Kan janjiannya begitu, startup-startup baru," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

 Baca Juga: Presiden Jokowi Temui Bos SoftBank, Grab hingga Tokopedia

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menerima pendiri dan pimpinan Softbank Masayoshi dan CEO Grab Anthony Tan di Istana Merdeka, Jakarta belum lama ini.

Selain pimpinan Softbank dan Grab, tampak hadir dalam pertemuan itu Board Director, Executive Vice President & CSO Softbank Kataunori Sago, CEO Tokopedia William Tanuwijaya President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

 Baca Juga: SoftBank, Investasi Rp28 Triliun ke Grab dan Bangun Kantor Pusat di Jakarta

Seperti diketahui, Tiga alumnus Telkom University Bandung, Utari Octavianty, Indraka Fadhlillah, dan Farid Naufal Aslam, membuat perusahaan rintisan (startup) untuk meningkatkan distribusi hasil tangkapan nelayan. Startup yang dinamai Aruna ini dirintis sejak 2015 dengan hanya bermodal Rp10 juta hasil menang kompetisi business plan di Universitas Negeri Padang.

"Cita-cita kami sesimpel menghubungkan nelayan ke pembeli. Jualan sekilo dua kilo ikan. Tapi ternyata dalam prosesnya enggak segampang itu," kata Utari.

Aruna kembali berkembang setelah berhasil masuk program Inkubasi Bisnis Teknologi yang digelar Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Ketiganya kemudian mengajar nelayan di pesisir luar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Maluku hingga Papua.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini