nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tertekan Sentimen Global, Rupiah Menuju Level Rp14.325/USD

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 17:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 13 320 2091439 tertekan-sentimen-global-rupiah-menuju-level-rp14-325-usd-LK1DfGlVVD.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian melemah pada perdagangan hari ini. Sore ini Rupiah bergerak ke level Rp14.300-an per USD.

Bloomberg Dollar Index pada Selasa (13/8/2019) pukul 16.50 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 75 poin atau 0,53% ke Rp14.325 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.267-Rp14.334 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 70 poin atau 0,49% ke Rp14.315 per USD. Mata uang Garuda itu bergerak di kisaran Rp14.216 per USD-Rp14.330 per USD.

Di sisi lain, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan posisi Rupiah di level Rp14.283 per USD. Melemah dibandingkan posisi kemarin Rp14.220 per USD.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menyatakan, pelemahan Rupiah terimbas sentimen negatif global. Utamanya karena kondisi politik di Hongkong dan Argentina.

Baca Juga: Trump Pertahankan Sikap Terkait Perdagangan dengan China

Keresahan politik di Hong Kong yang menyebabkan bandara kota menghentikan operasinya. Kondisi itu membuat kekhawatiran investor dan mendorong mereka menanamkan dananya di Dolar AS sebagai instrumen investasi yang aman atau safe haven.

Kondisi semakin diperparah dengan kian memanasnya perang dagang antara As dan China. Di mana Presiden AS Donald Trump menyebut akan kembali mengenakan tarif 10% pada produk impor asal China senilai USD300 miliar.

 "Kondisi di Hong Kong dan kekhawatiran perdagangan AS dan China membuat indeks Dolar AS diuntungkan," ujar Ibrahim dalam risetnya, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga: China Balas Tarif Impor AS Buat Rupiah Terus Tertekan

Sementara itu, hasil pemilihan pendahuluan di Argentina yang menempatkan pihak oposisi sebagai unggulan, mengakibatkan jatuhnya nilai tukar mata uang peso, bursa saham, dan obligasi negara itu.

"Kekhawatiran tentang kemungkinan kembali ke kebijakan intervensionis mencengkeram pasar setelah Presiden Argentina Mauricio Macri kehilangan margin yang lebih dalam dari perkiraan atas oposisinya, Alberto Fernandez, dalam pemilihan pendahuluan pada Minggu (11/8/2019) waktu setempat," jelas dia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini