Selain itu, lanjutnya, perombakan Direksi juga bisa merusak tatanan yang sudah ada. Oleh karenanya, diaa mempertanyakan apa alasan yang mendesak Kementerian BUMN untuk merombak direksi BUMN.
"Kondisi saat ini bukan waktu yang tepat. Pergantian menteri 2 bulan lagi, apa alasan yang sangat mendesak untuk ganti direksi BUMN saat ini. Jadi jangan merusak tatanan. Tata kelola jangan dirusak," jelasnya.
Meskipun begitu, Pieter menyebut, jika terjadi perubahan Direksi ditengah jalan sah-sah saja. Karena menurutnya, siapapun yang menjadi Direktur Utama akan dapat membuat Bank BUMN melesat.
“Sah sah saja mau digantikan kapanpun,” ujarnya.
(Feby Novalius)