nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Optimis Ekonomi RI Membaik, Rupiah Menguat ke Rp14.240/USD

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 17:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 16 278 2092887 jokowi-optimis-ekonomi-ri-membaik-rupiah-menguat-ke-rp14-240-usd-3J9uQsvBwV.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan hari ini, pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Pidato Kenegaraan. Menutup pekan ini, Rupiah bergerak ke level Rp14.200-an per USD.

Bloomberg Dollar Index pada Jumat (16/8/2019) pukul 17.05 WIB, menunjukkan Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 33,5 poin atau 0,23% ke Rp14.240 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.226-Rp14.267 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 20 poin atau 0,14% ke Rp14.240 per USD. Mata uang Garuda itu bergerak di kisaran Rp14.255 per USD-Rp14.292 per USD.

Di sisi lain, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan posisi Rupiah di level Rp14.258 per USD. Menguat dibandingkan kemarin yang di level Rp14.296 per USD.

Baca Juga: Tanpa Minum, Jokowi Bacakan Pidato RAPBN 2020 Sebanyak 23 Halaman

Seperti diketahui, Presiden Jokowi baru saja menyampaikan Pidato Kenegaraan hingga Nota Keuangan RABPN 2020 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyatakan Indonesia tidak takut terhadap persaingan.

Lantaran, hal itu akan dihadapi dengan kreativitas, inovasi, dan kecepatan yang di miliki Indonesia. Maka perubahan perlu dilakukan, cara-cara lama yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan, harus diganti dengan strategi baru.

"Kita tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya. Tetapi kita harus lebih baik dari yang lainnya," ujar dia Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT RI ke-74 di Gedung MPR DPR Senayan, Jumat (16/8/2019).

Menurutnya, dalam kompetisi global yang ketat di mana saling berebut pengaruh, pasar, dan investasi, Indonesia harus lebih cepat dan lebih baik dibandingkan negara-negara lain. "Kita harus lebih cepat dan lebih baik dibanding negara-negara tetangga," imbuhnya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Jokowi Kelola Utang dan Atasi Defisit Anggaran?

Dia menyatakan, investasi yang masuk ke Tanah Air juga harus membuka lapangan kerja baru sehingga memberikan keuntungan. Dia menekankan, yang perlu dilakukan Indonesia bukan hanya melangkah, melainkan lompatan.

"Lambat asal selamat tidak lagi relevan, yang kita butuhkan adalah cepat dan selamat," katanya.

(rhs)

Berita Terkait

Rupiah Agustus 2019

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini