nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sawit Indonesia Kena Bea Masuk, Mendag Kirim Nota Keberatan ke Uni Eropa

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 13:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 16 320 2092723 sawit-indonesia-kena-bea-masuk-mendag-kirim-nota-keberatan-ke-uni-eropa-RwoKKrRVXU.jpg Foto: Mendag (Okezone)

JAKARTA - Komisi Uni Eropa (UE) resmi mengenakan bea masuk anti subsidi (BMAS) sebesar 8-18% terhadap impor biodiesel asal Indonesia. Kebijakan itu bertujuan untuk mengembalikan tingkat kesetaraan di pasar dengan produsen asal UE.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah akan mengirimkan surat keberatan kepada parlemen Uni Eropa terkait pengenaan bea masuk. Rencannya surat keberatan tersebut akan dikirimkan pada hari ini.

“Sudah (kirim surat) saya dalam persisnya rasanya harusnya paling lambat hari ini. Isinya soal nota keberatan. (Karena dianggap tidak adil) iya,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

 Baca Juga: Diserang Sana-sini, Ekspor Sawit RI Hanya Naik 10%

Menurut Enggar, pemerintah diberikan waktu selama 15 hari untuk menentuka nota keberatan. Nantinya nota keberatan akan disamapaikan bersama-sama dengan para pengusaha sawit yang ada di Indonesia.

“Kita ada batas waktu 15 hari sampaikan nota keberatan. Dari pengusahanya juga begitu,” ucapnya.

Sebagai informasi, Komisi UE yang bertugas merumuskan kebijakan perdagangan bagi kawasan tersebut telah memulai investigasi anti-subsidi pada Desember 2018. Penyelidikan itu menyusul keluhan Dewan Biodiesel Eropa.

 Baca Juga: Diskriminasi Kelapa Sawit, Penyerapan Biodiesel Jadi Strategi Paling Efektif

Dalam penyelidikan itu, Komisi UE mengklaim telah memiliki bukti jika produsen biodiesel Indonesia mendapatkan subsidi berupa hibah, subsidi pajak, dan akses bahan baku di bawah harga pasar.

 Sawit

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini