Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tembus Rp5.602 Triliun, Simak Sederet Fakta Utang Luar Negeri Indonesia

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Senin, 19 Agustus 2019 |06:12 WIB
Tembus Rp5.602 Triliun, Simak Sederet Fakta Utang Luar Negeri Indonesia
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

3. ULN Pemerintah Diprioristaskan Untuk Pembangunan

Di sisi lain, pertumbuhan ULN pemerintah yang meningkat dinilai sejalan dengan persepsi positif investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Di mana pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan.

Adapun porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial 18,9% dari total ULN Pemerintah, sektor konstruksi 16,4%, sektor jasa pendidikan 15,9%.

Baca Juga: Bagaimana Cara Jokowi Kelola Utang dan Atasi Defisit Anggaran?

Kemudian sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 15,2% dari total ULN Pemerintah, serta sektor jasa keuangan dan asuransi 14,0%.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

4. Struktur ULN Indonesia Dinilai Tetap Sehat

BI menilai, peningkatan ULN ini juga seiring dengan naiknya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Hal itu didorong kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor’s pada akhir Mei 2019.

Di mana mendorong pembelian neto Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan global oleh nonresiden (asing) pada kuartal II 2019.

Meski mengalami peningkatan, namun kondisi ULN dinilai tetap sehat. Hal tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal II 2019 yang sebesar 36,8%.

Baca Juga: Utang Pemerintah di 2020 Menyusut, Dipatok Rp351,9 Triliun

Posisi itu memang membaik dibandingkan dengan rasio pada kuartal sebelumnya yang sebesar 36,92%. Namun dibandingkan dengan kuartal II-2018 tang 34,11% dari PDB maka terjadi peningkatan.

Di sisi lain, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 87,0% dari total ULN. BI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintahg dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement