nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rapor Merah APBN 2018, Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Target 5,4%

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 13:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 19 20 2093779 rapor-merah-apbn-2018-pertumbuhan-ekonomi-di-bawah-target-5-4-ozvybrwFvM.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mencatat sejumlah target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 gagal dicapai. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi hingga kurs Rupiah lebih tinggi dibandingkan asumsi APBN 2018.

Baca Juga: Pertanggungjawaban APBN 2018, Sri Mulyani Merapat ke DPR

"Ada enam asumsi dasar ekonomi makro dan target pembangunan 2018 yang tidak berhasil dicapai pemerintah. Pertama, pertumbuhan ekonomi 5,17% berada di bawah target asumsi sebesar 5,4%," kata Wakil Ketua Banggar Said Abdullah di Ruang Rapat Banggar, DPR, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Grafik Ekonomi

Kemudian, realisasi nilai tukar 2018 sebesar Rp14.247 per USD atau lebih tinggi dibandingkan asumsi APBN sebesar Rp13.441 per USD. Ketiga tingkat pengangguran terbuka hingga Agustus 2018 tercatat sebesar 5,34%, lebih tinggi dari target APBN 2018 sebesar 5,0-5,3%.

Baca Juga: Gandeng Youtuber hingga Selebgram, Taktik Sri Mulyani Sebarkan Informasi Keuangan

"Keempat realisasi minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ ICP) pada 2018 adalah USD 67,5 per barel, lebih tinggi dibandingkan asumsi APBN sebesar USD 48 per barel," tutur dia.

Lalu, kelima lifting minyak hanya mencapai 778.000 barel per hari dari target sebanyak 800.000 barel per hari.

"Dan terakhir, lifting gas hanya mencapai 1,14 juta barel setara minyak bumi per hari dari target 1,2 juta barel setara minyak bumi per hari," unkap dia.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini