nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Spekulan di Kaltim soal Ibu Kota Baru, Bappenas: Tak Akan Ada Ganti Rugi

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 19:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 470 2094453 banyak-spekulan-di-kaltim-soal-ibu-kota-baru-bappenas-tak-akan-ada-ganti-rugi-cx2Wg778xp.jpg Bambang Brodjonegoro (Okezone)

JAKARTA - Ibu kota Indonesia resmi dipindahkan dari Jakarta ke Pulau Kalimantan. Belum tahu pasti letak ibu kota Indonesia akan di pindahkan ke Kalimantan bagian mana. Tetapi sudah banyak spekulan di Kalimantan Timur (Kaltim), salah satunya di Kecamatan Samboja.

Terkait hal itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa adanya spekulan itu adalah risiko dari yang melakukan sendiri.

 Baca juga: Di Depan Milenial, Kepala Bappenas: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Ringankan Beban Jakarta

"Artinya itu bukan karena intervensi dari pemerintah. Tapi lokasi yang akan dipilih adalah lokasi yang sudah dikuasai oleh pemerintah. Jadi pemerintah tidak akan melakukan ganti rugi karena membeli lahan," ujar dia di Kantor Bappenas Jakarta, Selasa (20/8/2019).

 Bambang Brodjonegoro

Kemudian, lanjut dia, dalam pemindahan ibu kota itu, pemerintah akan menggunakan lokasi atau tanah yang memang sudah dibawah kendali pemerintah.

 Baca juga: Tunggu Lampu Hijau, PTPP Tertarik Bangun Ibu Kota Baru

"Jadi spekulan ya menurut saya nanti akan merugikan diri sendiri kecuali melihatnya dalam tempo yang masih jauh ke depan," ungkap dia.

Sebelumnya, pemerintah membuat dua skema untuk pemindahan ibu kota negara, pertama dengan perkiraan anggaran mencapai Rp466 triliun. Anggaran itu untuk kebutuhan lahan mencapai 40.000 hektare (ha) dan 1,5 juta jiwa terdiri dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di kementerian dan lembaga (K/L), tingkat legislatif dan yudikatif, serta pelaku ekonomi dan anggota TNI dan Polri.

 Baca juga: Waskita Minati Proyek Ibu Kota Baru, Tapi....

Kemudian, skema kedua dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp322 triliun. Ini untuk kebutuhan lahan mencapai 30.000 ha dan ASN yang bekerja di tingkat K/L, tingkat legislatif dan yudikatif, serta pelaku ekonomi dan anggota TNI dan Polri yang bermigrasi sebanyak 870 jiwa.

Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan ibu kota negara bakal pindah ke Kalimantan dari Jakarta. Bahkan dirinya sudah menyampaikan izin kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI saat menyampaikan Pidato Kenegaraan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini