Presiden Jokowi Ingin Indonesia seperti UEA, Lompat dari Pick-up Jadi BMW

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 21 20 2094879 presiden-jokowi-ingin-indonesia-seperti-uea-lompat-dari-pick-up-jadi-bmw-TqK43qiU9l.jpg Jokowi (Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Indonesia melompat jauh untuk mencapai negara maju. Oleh sebab itu, perlu adanya perubahan.

"Nah, kunci kemajuan itu apa? Kuncinya kecepatan. Cepat di perizinan, sederhana di regulasi. Perizinan yang butuh waktu tahunan di tempat kita, di UEA setengah jam sahaja," ujarnya mengutip instagram, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

 Baca juga: Sri Mulyani Hati-Hati Ambil Kebijakan di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Dirinya pun menceritakan pengalamannya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Di mana dirinya dijemput oleh Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed.

 Jokowi di UEA

Selama perjalanan, dirinya pun berbicara mengenai kemajuan Indonesia dengan UEA. Di mana kedua negara tersebut mempunyai kesamaan di beberapa sumber daya alam.

 Baca juga: Presiden Jokowi: Kita Harus Jeli Hadapi Tantangan Ekonomi yang Kompleks

"Kita ingat, Uni Emirat Arab punya minyak, kita juga punya minyak. Dia punya gas, kita juga punya. Tapi di sana tak ada kayu, kita punya kayu, saat itu kita bahkan punya BUMN kayu. Minerba kita punya semuanya, dari batu bara, emas, nikel, bauksit, tembaga, semuanya." ujarnya.

Tapi, lanjut Jokowi, dirinya mempertanyakan kenapa saat ini income per kapita di UEA mencapai USD43.000 sedangkan Indonesia USD4.000.

"Bagaimana bisa? Kenapa UEA melompat begitu cepat?," ujarnya.

 Baca juga: BI Harapkan Sektor Manufaktur Bisa Lepaskan Indonesia dari Middle Income Trap

Padahal, Jokowi mengatakan, Sheikh Mohamed mengaku di tahun 60-an dari Dubai ke Abu Dhabi masih menggunakan unta. Sedangkan Indonesia sudah menggunakan Holden dan Impala.

"Tahun 70-an kami dari Dubai ke Abu Dhabi masih naik truk dan mobil pick up, kata Sheikh Mohamed. Kita tahun itu sudah naik Toyota Kijang," ujar Jokowi.

Namun, lanjut Jokowi, di tahun 1980-1985, UEA sudah lalu lalang mobil-mobil mewah, seperti BMW dan Mercedes Benz. "Kita masih naik Kijang. Income Income per kapita mereka melompat jauh," ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, lanjut jokowi, ke depan negara besar tidak lagi menguasai negara kecil. Bahkan,, negara kaya tidak lagi menguasai negara miskin.

"Yang terjadi, negara cepat akan menguasai negara yang lambat," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini