nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Design Ibu Kota Baru, 50 Persennya adalah Ruang Terbuka Hijau

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 12:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 22 470 2095187 design-ibu-kota-baru-50-persennya-adalah-ruang-terbuka-hijau-UelhoB8ZyR.jpg Desain Ibu Kota Baru (kementerian PUPR)

JAKARTA - Ibu kota negara (IKN) baru rencananya akan berkonsep forest city. Di mana, pemerintah akan menjaga kelestasrian ruang terbuka hijau (RTH).

Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, IKN akan menjaga kelestarian hutan sehingga Ruang Terbuka Hijau (RTH) akan dibangun minimal 50% dari total luas area kota.

 Baca juga: Ini Desain Lengkap Ibu Kota Baru, Mulai dari Rencana hingga Kriterianya

"Ada empat visi IKN, yaitu sebagai simbol identitas bangsa, kota yang smart, green, beautiful, dansustainable, kota yang modern dan berstandar internasional, dan kota dengan tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Desain Ibu Kota (PUPR)

Menteri Bambang menekankan, IKN akan berfungsi sebagai pusat pemerintahan, sementara fungsi lainnya masih berada di Jakarta. IKN akan dirancang sebagai representasi identitas bangsa yang digambarkan melalui Monumental Building, Museum, dan Cultural Exhibition Area.

 Baca juga: Rincian Biaya Pemindahan Ibu Kota Rp500 Triliun

"Selain itu, prinsip Intelligent City dan City-in-a-Garden membuat IKN akan mengintegrasikan sistem taman, aliran air, wetland, hutan, dan ruang terbuka menjadi satu kesatuan," ujarnya.

IKN pun akan menjadi kota yang sarat dengan bangunan dan perumahan berprinsip hijau dengan efisiensi energi, air dan bahan yang tinggi, sirkulasi yang baik untuk menjamin kesehatan masyarakat serta sistem daur ulang yang terintegrasi.

 Baca juga: Spesifikasi Lokasi Ibu Kota Baru, Bappenas: Lahannya Sudah Dikuasai Pemerintah

“IKN juga akan memanfaatkan energi terbarukan dan rendah karbon untuk suplai energi dan gas. Untuk efisiensi dan konservasi energi diperlukan greenbuildingdesignmelalui penerapan Circular Water Management System, EfficientLighting System, dan District Cooling System," ujarnya.

Seperti diketahui, gagasan rencana dan kriteria desain Ibu Kota Negara terus dimatangkan. Setelah mengkerucut di Kalimantan, pemerintah baru-baru ini memberikan bocoran mengenai ibu kota negara (IKN).

Dalam sebuah dokumen Gagasan dan Rencana Design Ibu Kota Baru, Kementerian PUPR, design didasari oleh visi ibu kota menjadi katalis peningkatan peradaban manusia Indonesia. Di mana, IKN harus menjadi representasi kemajuan bangsa yang unggul.

 Baca juga: Rincian Biaya Pemindahan Ibu Kota Rp500 Triliun

Berikut ini gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota baru.

1. Mencerminkan identitas bangsa

Identitas bangsa akan diterjemahkan dalam urban design secara filosofis. Di mana akan mengambil dari pilar-pilar kebangsaan, yaitu, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

a. Kota sebagai Simbol Identitas Negara

 Desain Ibu Kota

Baca juga: Spesifikasi Lokasi Ibu Kota Baru, Bappenas: Lahannya Sudah Dikuasai Pemerintah

b. Menghimpun Keberagaman sesuai Bhineka Tunggal Ika dan memperkuat NKRI

Desain Ibu Kota

2. Mewujudkan keberlanjutan sosial-ekonomi-lingkungan

Sebagai Outcome perlu integrasi aspek sosial, ekonomi dan perlindungan lingkungan. Perlu juga meminimalisir intervensi terhadap alam.

 Desain Ibu Kota (PUPR)

Baca juga: Banyak Spekulan di Kaltim soal Ibu Kota Baru, Bappenas: Tak Akan Ada Ganti Rugi

Selain itu, mengintegrasikan ruang-ruang hijau serta biru. Mempertahankan keberadaan hutan Kalimantan.

 Desain Ibu Kota (PUPR)

Tak luput, public dan community space perlu diperbanyak. IKN juga mengadopsi new urbanism dan green building, serta kualitas ruang yang mendorong kreativitas dan produktivitas masyarakat.

3. Mewujudkan kota cerdas dan modern berstandar internasional

IKN menjadi Kota yang Compact, mengandalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencapai Tujuan SDGs. Penataan bangunan dan lingkungan yang compact dan inklusif.

 Desain Ibu Kota (PUPR)

Moda transportasi publik yang terintegrasi dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan produktivitas kerja. Selain itu, kolaborasi antara arsitektur modern dengan local wisdom.

Penerapan IKN juga melihat desain, material dan teknologi modern, smart building dan penggunaan energi terbarukan. Di mana Desain yang mengutamakan pada pemenuhan seluruh target Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai acuan pembangunan kota-kota Indonesia ke depannya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini