QRIS Diterapkan 1 Januari 2020, Bagaimana Cara Menggunakannya?

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 23 320 2095928 qris-diterapkan-1-januari-2020-bagaimana-cara-menggunakannya-JRuC76wQzg.jpg Cara Menggunakan QR Code Standar Indonesia. (Foto: TechCrunch)

JAKARTA - Sekira empat bulan lagi atau tepatnya 1 Januari 2020, akan diterapkan QR Code Indonesian Standard (QRIS). Standar QR Code ini digunakan untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.

 Baca Juga: 6 Serba-serbi QR Code Standar Indonesia yang Perlu Kamu Ketahui

Nantinya terdapat 2 metode penerapan QRIS yang mencakup 2 media display. Apa saja? Berikut ini selengkapnya seperti dikutip dari situs Bank Indonesia, Jumat (23/8/2019).

1. Statis

- QR Code dltampilkan melalui stiker atau hasil cetak Iain.

- QR Code yang sama digunakan untuk setiap transaksi pembayaran.

- QR Code belum mengandung nominal pembayaran yang harus dibayar, sehingga memerlukan input jumlah nominal.

 Baca Juga: Berlaku 1 Januari 2020, Ini Aturan Khusus QR Code Indonesia

2. Dinamis

- QR Code ditampilkan melalui struk yang dicetak mesin EDC/ditampilkan pada layar monitor.

- QR Code yang berbeda dicetak untuk setiap transaksi pembayaran.

- QR Code telah mengandung nominal pembayaran yang akan dibayar.

 QR Code

Rencananya Implementasi QRIS secara nasional dimulai tanggal 1 Januari 2020. Hal ini untuk memberikan masa transisi hingga 31 Desember 2019 untuk mengimplementasikan QRIS secara menyeluruh.

QRIS akan dapat digunakan oleh wisatawan mancanegara pengguna aplikasi QR Code yang menggunakan standar EMVCo untuk bertransaksi di Indonesia guna mendukung sektor pariwisata.

 QR Code

Apa saja persyaratan sebagai penyelenggara QR Code Payment?

Seluruh penyelenggara QR Code wajib memperoleh persetujuan Bank Indonesia untuk menerapkan layanan bebasis QR dengan mengacu pada ketentuan mengenai QRIS yang berlaku.

Syarat utama antara lain kehandalan sistem dan aplikasi, kemampuan mengindentifikasi dan memitigasi risiko, kemampuan melindungi nasabah seperti penyelesalan sengketa yang mudah dan tentunya kemampuan memonitor transaksi di merchant dan nasabah yang mumpuni serta proses Know Your Customer (KYC) pada registrasi nasabah dan merchant yang benar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini