nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Minta Perusahaan AS Cabut dari China, Ini Penjelasan Menkeu Mnuchin

Senin 26 Agustus 2019 13:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 26 20 2096661 trump-minta-perusahaan-as-cabut-dari-china-ini-penjelasan-menkeu-mnuchin-xxa15uourF.jpg Menkeu AS Steve Mnuchin (Foto: Okezone.com/VoA Indonesia)

NEW YORK - Para menteri Presiden Amerika Donald Trump berupaya untuk tidak membesar-besarkan polemik baru tentang wacana perusahaan-perusahaan Amerika dipaksa keluar dari China dalam waktu dekat. Sementara Dekrit Presiden Trump yang memerintahkan bisnis Amerika agar mulai mencari alternatif itu ditanggapi dengan skeptis oleh kalangan luas.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow berbicara di Perancis. Lokasi tersebut merupakan tempat KTT G7 di mana Trump berpartisipasi, guna meredakan ketegangan dalam komunitas bisnis akibat cuitan Trump hari Jumat 23 Agustus 2019.

 Baca juga: Geram, Trump: Siapa Musuh Terbesar AS, Powell atau Presiden Xi?

Mengutip VoA Indonesia, New York, Senin (26/8/2019), Trump mengatakan dirinya "saat ini tidak ada rencana" membuat perusahaan-perusahaan Amerika mematuhi perintah tersebut. Hal ini langsung dengan cepat diperkuat oleh para menteri Keuangan Steven Mnuchin untuk meredam ketegangan.

 Menkeu AS Steve Mnuchin (Foto: Okezone.com/VoA Indonesia)

Menurut Mnuchin, perintah itu dari Undang-Undang Kekuatan Darurat Ekonomi Internasional. Di mana, terbilang agak tidak jelas, karena itu adalah undang-undang federal yang disahkan pada tahun 1977.

 Baca juga: Perang Dagang Memanas, Trump Minta Perusahaan AS Cabut dari China

Undang-undang itu memberi kewenangan kepada presiden untuk mengatur perdagangan internasional dalam menghadapi "ancaman luar biasa" dari luar negeri terhadap kebijakan luar negeri, keamanan nasional, atau ekonomi Amerika.

Tetapi undang-undang itu tidak pernah digunakan dalam mengatasi sengketa perdagangan.

 Baca juga: Perang Dagang Makin Panas, Trump Naikkan Tarif Impor Barang China

Sementara itu, Donald Trump hari Minggu 25 Agustus 2019 meningkatkan sikap kerasnya terhadap China setelah menabur kebingungan dengan pernyataan bahwa ia mungkin bersedia melunakkan perang dagang, yang dikhawatirkan mitra-mitra G7, mengancam ekonomi dunia.

Pada KTT G7 di Biarritz, Perancis, Trump mengumumkan kesepakatan besar perdagangan dengan Jepang dan menjanjikan hal yang sama dengan Inggris, begitu Brexit tuntas.

Tetapi hal-hal positif tersebut dibayangi reaksi beragam atas pernyataannya yang menyesalkan eskalasi terbaru perselisihan Amerika-China.

Hanya beberapa jam kemudian, juru bicara Gedung Putih Stephanie Grisham merilis pernyataan yang menegaskan bahwa maksud Trump justru sebaliknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini