nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korsleting Listrik Bisa Sebabkan Rumah Terbakar, Ini Cara Mencegahnya

Delia Citra, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2019 14:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 26 470 2096602 korsleting-listrik-bisa-sebabkan-rumah-terbakar-ini-cara-mencegahnya-bFRFTPkuzn.jpg Listrik (Okezone)

JAKARTA – Bagi kamu yang mempunyai rumah yang sering ditinggalkan, pasti sering merasa khawatir bila terjadi sesuatu. Terutama, korsleting listrik yang dapat menyebabkan kebakaran.

Kebakaran yang disebabkan dengan arus listrik yang pendek tidak hanya dapat merugikan secara material saja, tetapi bisa juga menibulkan korban jiwa.

 Baca juga: 4 Jalan bagi Milenial untuk Membeli Rumah Impian

Namun, korsleting listrik dapat dihindari dari awal. Di mana Kamu harus mencari tahu terlebih dahulu bagaimana cara mencegahnya.

 KWH listrik

Oleh sebab itu, mengutip akun instagram @KementerianBUMN, Jakarta, Senin (26/8/2019), berikut ini tips agar terhindar dari korsleting listrik.

 Baca juga: 3 Langkah Murah Agar Harga Jual Rumah Jadi Mahal

1. Serahkan pemasangan instalasi rumah/bangunan pada instalatir yang terdaftar sebagai anggota AKLI (Assosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) dan terdaftar di PLN. Secara legal instalasir mempunyai tanggung jawab terhadap keamanan instalasi.

2. Tidak mengubah kondisi alat kWh meter atau MCB (Miniature Circuit Breaker) sendiri karena membahayakan.

3. Hindari menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat (stopkontak) karena sambungan seperti itu akan terus menerus menumpuk panas yang akhirnya dapat mengakibatkan korsleting listrik.

 Baca juga: Ini Strategi Menjual Properti ke Generasi Milenial

4. Gunakanlah peralatan listrik yang memenuhi standar SNI dan ukuran yang tepat.

5. Jauhkan peralatan listrik dari benda yang mudah terbakar seperti gas dan kertas.

6. Jangan membiarkan peralatan elektronik seperti televisi, laptop, charger ponsel, dan lainnya menancap terlalu lama distop kontak.

7. Rawatlah instalasi listrik secara berkala (bila memungkinkan gantilah seluruh jalur instalasi setiap 5 tahun sekali) untuk mengetahui apabila terjadi kerusakan pada kabel atau peralatan listrik, misalnya isolasi yang terbuka pada sambungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini