nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tensi Perang Dagang Mereda, Dolar AS Menguat

Selasa 27 Agustus 2019 07:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 27 278 2097039 tensi-perang-dagang-mereda-dolar-as-menguat-pfiO3H8tZz.jpg Tensi Perang Dagang Mereda, Dolar AS Menguat (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), pulih dari kerugian sebelumnya setelah Amerika Serikat dan China berusaha meredakan ketegangan perang perdagangan.

Presiden Donald Trump, di sela-sela KTT G7 para pemimpin dunia di Prancis, mengatakan para pejabat China telah menghubungi mitra dagang AS semalam dan menawarkan untuk kembali ke meja perundingan.

Wakil Perdana Menteri Liu He, yang memimpin perundingan dengan Washington, mengatakan China bersedia menyelesaikan sengketa perdagangan melalui negosiasi tenang.

 Baca Juga: Perang Dagang AS-China Memanas Lagi, Dolar Bergerak Loyo

Dalam perdagangan sebelum pernyataan tersebut, yuan China telah jatuh ke level terendah 11-tahun di pasar dalam negeri dan rekor terendah di pasar luar negeri, serta dolar AS turun ke level terendah dua setengah tahun terhadap yen Jepang.

Pasar mata uang telah bereaksi terhadap pengumuman Trump pada Jumat (23/8) tentang tarif tambahan 5% pada USD550 miliar barang-barang China yang ditargetkan, beberapa jam setelah Beijing meluncurkan tarif pembalasan atas produk-produk AS senilai USD75 miliar, mengirimkan saham ke dalam kejatuhan dan investor bergegas mencari keselamatan ke pasar obligasi.

 Baca Juga: AS-China Mulai Damai, Wall Street Bangkit Lagi

Trump pada Senin (26/8) berusaha untuk membatasi kejatuhan dan meredakan ketegangan, membantu yuan keluar dari posisi terendahnya. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, pulih, naik 0,45% menjadi 98,0843 pada akhir perdagangan.

“Ini seperti roller coaster. Dolar AS dibuka cukup lemah di Asia pada Senin (26/8/2019). Kemudian sejumlah hal telah terjadi untuk membalikkan itu termasuk dolar/yuan terdorong lebih tinggi," kata Daniel Katzive, kepala strategi valuta asing untuk Amerika Utara di BNP Paribas.

"Tentu saja, yang paling penting," katanya, adalah "komentar yang lebih optimis dari presiden tentang hubungan perdagangan China."

 Perang Dagang AS-China

Di pasar domestik China, yuan turun menjadi 7,1540 per dolar, terendah sejak Februari 2008. Di pasar luar negeri, yuan merosot ke level 7,1858 yuan, terlemah sejak perdagangan internasional dalam mata uang itu dimulai pada 2010, sebelum pulih menjadi 7,1635 yuan - turun 0,43% pada hari itu - setelah komentar optimis Trump.

Dalam tanda bahwa beberapa ketenangan telah kembali ke pasar, yen Jepang - yang oleh investor dianggap sebagai mata uang safe-haven - turun 0,57% menjadi 105,99, setelah sebelumnya mencapai ketinggian dua setengah tahun di 104,44.

“Saya pikir ketidakpastian pasar seputar perdagangan akan tetap sangat tinggi dalam skenario kasus terbaik. Ini pada akhirnya harus berarti bahwa pasangan mata uang seperti dolar/yen terus terdorong lebih rendah karena investor Jepang memiliki eksposur besar ke pasar global dan jika pasar lebih fluktuatif, mereka akan lebih berhati-hati dalam mempertahankan eksposur valas mereka," kata Katzive. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

 Perang Dagang AS-China

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke 1,1097 dolar AS dari 1,1145 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2218 dolar AS dari 1,2284 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6774 dolar AS dari 0,6752 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,19 yen Jepang, lebih tinggi dari 105,29 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9796 franc Swiss dari 0,9742 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3262 dolar Kanada dari 1,3293 dolar Kanada.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini