Share

Motor Listrik dan BBM, Lebih Irit yang Mana?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 19:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 27 320 2097380 motor-listrik-dan-bbm-lebih-irit-yang-mana-mBiU6f0ySd.jpg Motor Listrik Gesits (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)

DENPASAR - Indonesia kini memiliki motor listrik buatan dalam negeri yakni Gesits. Produk ini merupakan hasil penelitian mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Dengan menggandeng PT Wika Industri Manufaktur, Gesits tahun ini mulai diproduksi secara massal dengan kapasitas 50.000 motor per tahun. Sedangkan distribusi penjualan motor listrik ini dilakukan oleh PT Gesits Tecnologies Indo (GTI).

 Baca juga: Aksi Jonan Jajal Taksi Listrik 5 Km

Dalam Ritech Expo Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2019 yang berlangsung di Bali, motor Gesits yang pernah diujicoba oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun dipamerkan. Menurut, Staff Wika Industri Manufaktur Bali Daru Murti Krisna ada banyak kelebih dari motor listrik ini dibandingkan motor konvensional.

 Gesits

Dia menjelaskan, motor listrik menawarkan penghematan biaya bahan bakar. Lantaran, dengan kebutuhan waktu pengisian ulang atau charging selama 3 jam, maka setara membayar listrik sebesar Rp3.200.

 Baca juga: Pemprov Bali Minat Bangun Pabrik Motor Listrik Gesits

Di mana dengan kapasitas baterai yang terisi penuh, kemampuan Gesits mencapai 50 kilometer (km). Sehingga bila dibandingkan dengan motor konvensional yang menggunakan bensin, setidaknya untuk jarak 50 km membutuhkan 2 liter bensin.

"Jadi kalau diperkirakan motor konvensional butuh Rp15.000 untuk dua liter bensin, dengan Gesits yang Rp3.200, maka perbedaannya sangat jauh," jelas dia kepada Okezone.

Tak hanya itu, motor listrik juga menghasilkan emisi gas buang yang sangat rendah. Sehingga ramah lingkungan dan mengurangi polusi udara.

 Baca juga: Menristekdikti: Pemprov Bali Pesan 10.000 Motor Gesits

"Ke depan harapannya bisa mengubah kebiasaan masyarakat yang konsumsi BBM. Dengan beli motor listrik asumsinya adalah beli teknologi. Dan ini jadi yang pertama dari teknologi anak bangsa," jelas dia.

Di sisi lain, Gesits yang dipasarkan dengan harga Rp25 juta per unit ini, memang diakui kecepatan maksimal motor listrik hanya 70km/jam. "Hal ini karena motor listrik enggak ada suaranya dan juga ada regulasi yang mengatur batas maksimal kecepatan," tambahnya.

Sementara itu, Customer Service Manajer Gesits Dida Ridwansyah menambahkan, hingga saat ini sudah lebih dari 2.000 motor Gesits yang di pesan oleh konsumen end user maupun perusahaan. Pemesanan ini umumnya dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bali.

"Ini mulai dipasarkan sejak April 2019, Hingga akhir tahun targetnya bisa menjual 20.000 unit, dan tahun denpan bisa capai 30.000 unit," kata dia.

Saat ini, memang penjualan masih berbasis online melalui salah satu e-commerce yakni Blibli.com, nantinya akan dibangun point of sale yang membuat konsumen bisa membeli secara offline. "Tahap awal di bangun di kota-kota besar, ini sedang dikerjakan secara paralel, sehingga akan memudahkan masyarakat melihat unit hingga membeli," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini