nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kekeringan Buat Harga Tahu dan Tempe Naik di Australia

Kamis 29 Agustus 2019 13:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 29 320 2098114 kekeringan-buat-harga-tahu-dan-tempe-naik-di-australia-nF4gnOZUjZ.jpg Tahu (Reuters)

AUSTRALIA - Kalau Anda tinggal di Australia dan senang makan tempe dan tahu, bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan kenaikan harga kedua bahan makanan tersebut.

Kekeringan yang berkepanjang di Australia yang sebelumnya menyebabkan naiknya harga roti, susu dan daging, sekarang juga mempengaruhi harga kedelai, bahan utama untuk pembuatan tahu dan tempe.

 Baca juga: Transaksi Tunai Lebih Rp100 Juta di Australia Akan Didenda hingga Masuk Penjara

Mengutip laman ABC News, Kamis (29/8/2019), kekeringan di beberapa daerah yang menjadi pusat produksi kedelai menyebabkan produksi sangat berkurang, sementara permintaan semakin meningkat.

 Tahu

Menurut seorang pedagang kedelai, harga satu ton kedelai yang berkisar sekitar 400 dolar Australia sampai 500 dolar Australia (sekitar Rp4 juta sampai Rp5 juta) selama tiga tahun terakhir, sekarang naik menjadi Rp15 sampai Rp 16 juta per ton.

 Baca juga: Dapat Bansos Rp380 Ribu/Hari, Warga Miskin Australia Hanya Bisa Makan Sekali

Menurut Shane Causley, seorang petani kedelai di negara bagian New South Wales, saat ini harga satu ton kedelai di pasar internasional hanya sekitar Rp4,5 juta, sementara harga kedelai Australia diperdagangkan sekitar Rp10 juta per ton.

Selain menjadi bahan untuk tahu dan tempe, makanan yang disukai oleh warga Asia di Australia, susu kedelai juga minuman yang semakin populer menjadi pengganti susu dari hewan, dan penelitian yang dilakukan Roy Morgan Research juga mengatakan bahwa minuman yang dibuat dati kedelai semakin popular dibandingkan minuman energi.

Meningkatnya harga ini karena produk kedelai di Australia yang terbatas karena kekeringan sementara permintaan terus meningkat.

"Kita memproduksi kedelai relatif sedikit secara keseluruhan dalam tingkat dunia, namun di Australia banyak yang menggantungkan diri pada kedelai Australia, sangat terganggu dengan minimnya persedaiaan." kata Direktur Eksekutif Federasi Biji-bijian Australia Nick Goddard.

"Kekeringan yang berkepanjangan memperparah keadaan."

Kawasan yang memproduksi kedelai di Australia adalah di Riverina (NSW), di utara NSW dan juga di bagian selatan Queensland.

Menurut angka yang dikumpulkan oleh lembaga pemantau menyebutkan di tahun 2017/2018 di kawasan New South Wales produksi kedelai mencapai 40 ribu ton, dan angka itu menurun menjadi 26 ribu ton di tahun 2018/2019. Ini berarti produksi menurun sebanyak 18 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini