Fakta-Fakta di Balik Penghinaan Bos Taksi Malaysia Kepada Gojek

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 01 September 2019 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 31 320 2099094 fakta-fakta-di-balik-penghinaan-bos-taksi-malaysia-kepada-gojek-igXiglSYMb.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Viral layanan taksi mengecam masuknya Gojek Indonesia ke Malaysia. Pasalnya, Gojek disebut hanya untuk negara miskin.

Video tersebut viral di makassar_iinfo. Video berdurasi 59 detik tersebut, mengambil potongan di mana Pendiri Big Blue Taxi Services Shamsubahrin Ismail mengatakan bahwa Gojek hanya untuk negara miskin.

Berikut sejumlah fakta-fakta terkait pendiri Big Blue Taxi Services Shamsubahrin Ismail mengatakan bahwa Gojek hanya untuk negara miskin, seperti yang dirangkum oleh Okezone:

1. Reaksi Gojek Disebut Bos Taksi Malaysia Hanya untuk Negara Miskin

Viral layanan taksi mengecam masuknya Gojek Indonesia ke Malaysia. Pasalnya, Gojek disebut hanya untuk negara miskin.

Merespons hal itu, VP Corporate Communications Gojek Kristy Nelwan mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menanggapi hal itu dan fokus untuk pengembangan ke depannya. Pasalnya Gojek telah bertemu dengan pemerintah Malaysia.

"Kami telah menyampaikan impact positif Gojek di Indonesia kepada mereka (pemerintah Malaysia). Seperti tidak hanya konsumen yang mendapatkan manfaat dari Gojek, tapi masyarakat secara luas juga," ujar dia di Jakarta.

2. Gojek Dilarang Mengaspal di Malaysia, Kemenhub: Pemerintahnya Bilang Boleh

Kementerian Perhubungan buka suara terkait dilarangnya Gojek untuk masuk ke Malaysia. Apalagi pelarangan ini berimbas kepada aksi demo yang akan dilakukan driver Gojek di depan kedutaan besar Malaysia untuk Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Darat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, aksi pelarangan Gojek di Malaysia hanya keluar dan opini satu individu saja. Sementara pemerintah Malaysia melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)nya mengizinkan Gojek untuk mengaspal di Malaysia.

"Itu kan pendapat individu saja. Kalau pemerintah Malaysia kemaren kan Menporanya bilang boleh," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

3. Bos Taksi di Malaysia Minta Maaf usai Sebut Indonesia Miskin

Pendiri Big Blue Taxi Services Datuk Shamsubahrin Ismail hari ini secara terbuka meminta maaf kepada orang Indonesia karena menyebut mereka miskin. Di mana statement tersebut memicu kemarahan di antara para penunggang Gojek di republik ini.

Seperti diketahui, dirinya menyatakan penolakan terhadap keputusan Pemerintah Malaysia yang memberikan izin kepada Gojek. Video berdurasi 59 detik itu kemudian viral karena salah satu pernyataan Shamsubahrin yang menuding layanan Gojek hanya untuk negara miskin.

Melansir dari Malay Mail, Jakarta, Rabu (28/8/2019), Shamsubahrin Ismail telah meminta maaf secara terbuka kepada orang Indonesia karena telah menyebut mereka miskin.

"Saya meminta maaf atas kesalahan dalam pernyataan yang menyebut orang Indonesia miskin, berdasarkan laporan yang saya terima," katanya.

4. Kemenhub Sindir Bos Taksi Malaysia yang Telah Hina Gojek dan Indonesia

Sebuah video pendiri Big Blue Taxi Services Datuk beredar luas alias viral. Dia mengecam masuknya Gojek ke Negeri Jiran tersebut. Sangking geramnya, layanan Gojek dituding untuk negara miskin.

Terkait hal itu, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani heran dengan pernyataan pendiri taksi Malaysia tersebut.

"Kenapa dia (Datuk Shamsubahrin Ismail) bisa bicara seperti itu, padahal kan kita nggak ada untuk mendiskreditkan satu dengan yang lain," kata dia di Gedung Kemenhub Jakarta.

Menurut dia, pihaknya sangat menyayangkan sikap bos taksi tersebut. Padahal Indonesia dan Malaysia adalah saudara serumpun.

"Intinya kita satu rumpun tidak usah menjelek-jelekkan satu rumpun ini, satu bangsa ini, satu bangsa itu memberikan statement yang nggak baik sehingga tidak menimbulkan kegaduhan. Saya kira itu yang paling penting," ungkap dia.

(rhs)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini