JAKARTA - PT PLN (Persero) menyebut harga pengisian listrik cepat (fast charging) lebih murah dibanding tarif membeli bahan bakar bensin. Hal tersebut untuk medorong masyarakat agar memiliki kendaraan listrik.
"Jadi, harga (pengisian) fast charging harus lebih murah dari pada bensin," ujar Direktur Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto WS di Kantor PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).
Baca Juga: Kendaraan Listrik Tempuh Jarak 900 Km, Ternyata Ada Masalah di Sini
Menurut dia, saat ini PLN mematok tarif isi daya kendaraan listrik sebesar Rp1.640 per kWh. Di mana berdasarkan pengalaman uji coba kendaraan listrik bersama mahasiswa ITS untuk pengisian 4 kWh mampu bertahan hingga 1 jam pemakaian.
"Tarif pengisian daya listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) normal maupun di station fast charging sama tidak ada perbedaan. Rp1.400 (per kWh) khusus malam hari," tutur dia
Baca Juga: Keistimewaan Kendaraan Listrik, dari Pengurangan Pajak hingga Parkir Gratis
Sementara itu, Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo menyatakan bahwa masyarakat yang memiliki alat pengisian kendaraan listrik di rumah akan mendapat gratis penambahan daya dan setiap pembelian motor listrik pasti dilengkapi chargingnya.
"Untuk normal charging dibutuhkan 7.000 watt - 10.000 watt. Jadi bagi seorang pembeli motor listrik kebetulan di rumahnya 4.000 watt, tambah daya 10.000 watt gratis," pungkas dia.

(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.