nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Proyeksi Industri Telekomunikasi Semester II-2018 Kian Ketat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 16:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 05 320 2101091 proyeksi-industri-telekomunikasi-semester-ii-2018-kian-ketat-H1HRgaQFEC.jpg Persaingan Industri Telekomunikasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini menyatakan, persaingan bisnis di industri telekomunikasi pada paruh kedua tahun 2019 semakin ketat. Hal itu terlihat dari para operator yang semakin gencar meluncurkan berbagai program untuk menggaet pasar.

"Industri telekomunikasi lebih ketat lagi di semester II-2019. Kompetisi antar operator akan lebih ramai," ungkap dia di XL Tower, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

 Baca Juga: Bagaimana Persiapan Jaringan di Ibu Kota Baru?

Dia menjelaskan, para kompetitornya seperti Telkomsel sudah meluncurkan LinkAja, sistem pembayaran via mobile yang gencar dipasarkan dengan menggaet bank BUMN. Di samping itu Tri sedang gencar melakukan ekspansi ke luar Pulau Jawa dan terus melanjutkan pasarnya dengan berbagai produk harga murah.

Sementara Smartfren, meski nampak kecil namun melakukan disrupsi pasar dengan berbagai inovasi produknya yang agresif. Seperti layanan paket internet unlimited atau tak terbatas.

 Baca Juga: Industri Digital Menjamur, Sektor Telekomunikasi Kian Seksi

"Sedangkan Indosat, meski tahun lalu mengalami penurunan (kinerja), tapi tahun ini tentu mereka punya presure untuk membalikkan keadaan. Kita lihat Indosat sudah mulai mengikuti arah (kinerja) operator lainnya," katanya.

 Telekomunikasi

Oleh sebab itu, dengan melihat iklim industri telekomunikasi yang semakin memanas itu, setiap operator harus mampu menawarkan produk yang lebih kreatif dan inovatif untuk mampu bertahan.

"Tentu ini harus dilakukan XL, supaya luncurkan produk-produk yang lebih mengena ke hati masyarakat," imbuh Dian.

Dia menyatakan, untuk menghadapi persaiangan yang ketat, pihaknya konsisten melakukan ekspansi di luar Pulau Jawa. Perluasan jaringan komunikasi dilakukan dengan program fiberisasi jaringan guna meningkatkan kelancaran penggunaan data.

Hingga saat ini, fiberisasi jaringan sudah mencapai 30% dan ditargetkan mencapai 50% hingga akhir tahun. Sedangkan untuk tahun depan diproyeksikan fiberisasi bisa mencapai 70%.

"Selain konsisten dengan pembangunan infrastruktur, juga optimis dengan sistem dual brand yakni XL dan Axis. Juga pada peningkatan customer value management," kata Dian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini