nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prospek Cadangan Devisa di Tengah Perlambatan Ekonomi Dunia

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 17:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 06 20 2101540 prospek-cadangan-devisa-di-tengah-perlambatan-ekonomi-dunia-oOMDTj6b9Z.jpg Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut cadangan devisa Indonesia akan stabil di sisa tahun ini. Meskipun memang aliran dana masuk tidak sederas enam bulan sebelumnya.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, alasan kuat mengapa tidak sederas bulan sebelumnya karena kondisi perekonomian global yang masih belum stabil.

Baca Juga: Cadangan Devisa Naik Tipis, Ini Kata BI

Perang dagang hingga bayang-bayang resesi ekonomi global masih menjadi faktor aliran dana asing yang masuk ke Indonesia tidak sederas bulan sebelumnya

“Kalau melihat prospek ke depan dengan kondisi global seperti sekarang, inflow kita masih bisa expect. Tapi memang mungkin tidak akan sederas 6 bulan pertama. Kita enggak mungkin sampai ke sana,” ujarnya saat ditemui di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Rupiah

Bayang-bayang resesi ekonomi global membuat kebijakan-kebijakan negara maju seperti Amerika Serikat (AS) sulit diprediksi. Misalnya, masalah penurunan suku bunga acuan. Meskipun Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed sudah menurunkan suku bunga acuannya, namun langkah yang akan ditempuh ke depan belum menjadi jaminan dan tidak ada yang bisa memprediksi.

“Karena pertama, ada pengaruh ekonomi AS udah adjust kita enggak tahu ke depan akan subung turun atau tidak, kalau sesuai expect market, market juga reaksi mereka akan positif,” ucapnya.

Baca Juga: Cadangan Devisa Naik Lagi Jadi USD126,4 Miliar pada Agustus 2019

Selain itu, lanjut Destri, faktor lain mengapa aliran modal asing yang minim ini juga dikarenakan masuknya China ke dalam global Index. Hal ini membuat negeri tirai bambu ini sebagai salah satu negara sasaran investasi.

“Kemudian ada masuknya China ke dalam global index juga menjadi salah satu sasaran investasi portofolio bagi beberapa investor besar,” ucapnya.

Meskipun begitu, BI akan melakukan beberapa hal untuk mendongkrak kembali cadangan devisa. “Tapi artinya tetaplah kita akan berusaha untuk menjaga cadev kita,” tegas Destri.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 sebesar USD126,4 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2019 sebesar USD125,9 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini