Share

Intip Desain Rujukan untuk Empire State Building, Nomor 7 Paling Brutal

Adhyasta Dirgantara, Okezone · Sabtu 07 September 2019 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 07 470 2101802 intip-desain-rujukan-untuk-empire-state-building-nomor-7-paling-brutal-TJ5up5bEN6.jpg Empire State Building New York (HomeAdvisor)

JAKARTA - Pada 1931, Empire State Building di New York berhasil dirampungkan. Bangunan ini menjadi gedung pencakar langit dengan memiliki lebih dari 100 lantai.

Hal tersebut membuat gedung pencakar langit tersebut menjadi yang pertama memiliki lantai di atas 100. Untuk membangunnya, dibutuhkan waktu 1 tahun konstruksi, tidak termasuk desainnya.

Ā Baca juga: 6 Tahun Lagi Jakarta Punya Gedung Tertinggi ke-5 di Dunia

Kali ini, Home Advisor sajikan sembilan desain berbeda dari Empire State Building yang dapat menjadi rujukan. Mulai dari menara brutal seperti benteng hingga gedung pencakar langit berbalut hijau. Tiap desain tersebut memiliki makna baru dengan setiap gaya arsitektur yang ditata ulang.

Mengutip Designboom, Sabtu (7/9/2019), Okezone akan menjabarkan desain-desain rujukan dari Home Advisor untuk Empire State Building di New York.

Baca juga: The Crystal Jadi Ikon Baru China

1. Sustainable architecture


Sustainable Architecture

Ā Arsitektur yang berkelanjutan bukan hanya tentang bahan. Desainer juga fokus pada bagaimana energi akan digunakan dalam struktur. Menara Shanghai memiliki turbin angin di bagian atas yang memberi daya pencahayaan luar.


2. Art Nouveau


Art Nouveau

Sekira tahun 1890, gerakan Art Nouveau menghasilkan beberapa bangunan paling indah dalam sejarah. Arsitek di seluruh Eropa dan Amerika menggunakan bahan-bahan seperti kaca dan besi tempa untuk membuat garis-garis melengkung dan bentuk yang terinspirasi oleh bentuk-bentuk alami.

Baca juga: Central Park Tower, Gedung Pencakar Langit Terbaru di New York

Mungkin contoh gaya ini yang paling terkenal dapat ditemukan di Barcelona, berkat Antoni Gaudi yang legendaris yang merancang banyak landmark kota.


3. Gothic Empire State

Gothic Empire State

Berasal di Prancis utara sekitar tahun 1140, gaya Gotik menghasilkan beberapa bangunan paling indah di Eropa dan direkayasa secara mengesankan. Katedral dan gereja Gothic dapat diidentifikasi dengan lengkungan runcing, kubah berusuk dan penopang terbang.

Konstruksi seperti Notre-Dame di Paris dan Westminster Abbey London terus memikat pengunjung ke Eropa hingga hari ini.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

4. Empire State Nuansa Jepang

Japanese design

Melihat tradisi dan harmoni alam, arsitektur Jepang memiliki sejarah yang sangat panjang. Struktur lebih dinaikkan dari tanah, dengan pintu geser yang membuat ruang sesuai dengan ciri khasnya.

Banyak kuil dan kuil spektakuler negara dengan gaya ini masih berdiri.


5. Renaissance Empire State


Renaissance

Ā Arsitektur Renaissance berasal di Florence pada awal abad ke-15. Arsitek pada waktu itu menolak keruwetan gaya Gotik, alih-alih memilih untuk kembali ke kesederhanaan dan proporsi seimbang dari klasisisme Romawi.

Lengkungan dan kubah bundar dihidupkan kembali, dan arsitek berusaha keras untuk menciptakan struktur yang menarik untuk perasaan emosi. Bangunan seperti Katedral Florence dan Basilika San Lorenzo membuktikan bahwa mereka berhasil dalam ambisi mereka.

6. Empire State zaman Romawi Kuno

Ā Acient Roman

Arsitektur Romawi mengikuti seni klasik seperti Doric, Ionic, dan Corinthian. Terlepas dari penghormatan terhadap warisan Yunani Kuno ini, arsitek Romawi adalah inovator hebat dan mengembangkan teknik konstruksi baru mereka sendiri.

Sebagai contoh, mereka adalah peradaban pertama yang menggunakan lengkungan untuk mendukung struktur mereka.

7. Brutalist Empire State


Brutalist

Ā Brutalist berkembang selama bertahun-tahun. Istilah ini diciptakan oleh kritikus arsitektur Inggris Reyner Banham pada tahun 1955 untuk menggambarkan karya arsitek Peter dan Alison Smithson.

Sejak tahun 1970-an, monolit beton yang seperti benteng ini menjadi sangat tidak populer. Mereka baru-baru ini semakin populer ketika pengagum baru mulai memuji bangunan seperti Stasiun Bus Preston dan Park Hill di Sheffield sebagai landmark arsitektur.

8. Postmodern Empire State Building

Postmodern

Pada akhir 1960, banyak arsitek mulai mempertanyakan pandangan modernis bahwa arsitektur memiliki kekuatan untuk memperbaiki masalah masyarakat. Mereka ingin menjauh dari formalitas dan kurangnya variasi arsitektur modern.

Ā Kebebasan yang ditemukan baru ini menghasilkan gaya yang tidak mungkin untuk didefinisikan karena banyak arsitek postmodern menolak klasifikasi. Gedung Portland oleh Michael Graves menempatkan arsitektur postmodern di peta.


9. Deconstructivism

Deconstructivism

Seperti postmodernisme, dekonstruktivisme tidak berputar di sekitar satu ideologi yang koheren. Ini lebih tentang melanggar aturan arsitektur tradisional.

Arsitek dekonstruktivis sangat menentang gagasan bahwa sebuah bangunan harus terlihat konsisten dan terorganisir. Mereka, sebaliknya, merancang struktur yang dipecah menjadi komponen yang tampaknya tidak terhubung.

Museum Guggenheim di Bilbao mungkin adalah contoh paling terkenal dari gaya yang membengkokkan pikiran ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini