nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kekurangan, Jepang Minta RI Kirimkan Banyak Tenaga Kerja

Senin 09 September 2019 16:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 09 320 2102523 kekurangan-jepang-minta-ri-kirimkan-banyak-tenaga-kerja-Q2BdZCjhhV.jpg Industri Automotif Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Jepang meminta Indonesia mengirimkan lebih banyak tenaga kerja terlatih, untuk bekerja di sektor industri automotif dan makanan. Pasalnya negara tersebut mengalami kekurangan tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Ohmura, kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kunjungannya ke Kantor Wapres Jakarta.

Baca Juga: AS Akan Tambah 130.000 Lapangan Kerja di Agustus

"Saat ini kami mengalami kekurangan sumber daya manusia atau tenaga kerja, oleh karena itu kami menawarkan bagaimana kalau Indonesia mengirimkan tenaga kerja atau anak magang yang sudah mendapatkan pembekalan," kata Gubernur Ohmura di Kantor Wapres Jakarta.

Tenaga Kerja

Menurut Ohmura, Indonesia memiliki peluang untuk mengirimkan lebih banyak tenaga kerja terlatih ke Jepang mengingat Pemerintah Indonesia sedang berupaya meningkatkan kualitas SDM yang jumlahnya besar.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik 'Karpet Merah' untuk Tenaga Kerja Asing

Dia mengatakan jumlah tenaga kerja terlatih dari Indonesia di Jepang, khususnya di Prefektur Aichi, saat ini lebih sedikit dibanding tenaga kerja dari Filipina dan Vietnam.

"Saat ini orang Filipina yang kerja di Aichi itu ada 35 ribu orang, dari Vietnam ada 30 ribu orang, sedangkan dari Indonesia baru 7 ribu sementara penduduknya banyak. Berarti potensi untuk tenaga kerjanya masih banyak," tambahnya.

Untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan SDM unggul, Pemerintah Jepang siap memberikan pendidikan bahasa Jepang dan pelatihan vokasi bagi tenaga kerja asal Indonesia yang mau bekerja di negeri sakura itu.

Usulan tersebut, menurut Ohmura, telah mendapat persetujuan dari Wapres JK, sehingga langkah selanjutnya adalah tinggal menyelaraskan peraturan untuk mendirikan lembaga pendidikan bahasa dan pelatihan vokasi. Demikian dikutip dari Antaranews, Senin (9/9/2019).

"Kami berminat terlibat dalam melakukan pendidikan atau pelatihan vokasi. Jadi, baik di tingkat pemerintah pusat Jepang atau pemerintah Aichi dan pihak swasta, akan ikut berpartisipasi," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini