Soal Ibu Kota Baru, Menko Luhut: Kalau Tak Mau Pro Kontra ke Surga Aja

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 09 September 2019 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 09 470 2102486 soal-ibu-kota-baru-menko-luhut-kalau-tak-mau-pro-kontra-ke-surga-aja-VmCgCb52mz.jpg Menko Maritim Luhut Pandjaitan (Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memiliki jawaban-jawaban 'nyeleneh' terkait perkembangan pembangunan ibu kota baru. Hal itu diungkapkannya saat mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI.

Dalam rapat tersebut, Anggota Banggar Fraksi Golkar Noor Ahmad melontarkan pertanyaan mengenai anggaran untuk kebutuhan pembangunan ibu kota baru dari sisi Kemenko Kemaritiman. Lantaran, dalam alokasi anggaran yang diajukan sebesar Rp350,79 miliar untuk tahun 2020, tak ada yang mencakup proyek ibu kota baru yang akan dipindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

 Baca juga: 5 Fakta di Balik Penjualan Tanah di Ibu Kota Baru, Nomor 2 Tak untuk Pengembang

Menanggapi hal tersebut Menko Luhut menyatakan, persiapan pembangunan ibu kota baru memang diserahkan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Di mana, saat ini tengah dibuat grand desain ibu kota baru.

 Menko Luhut Pandjaitan

"Biar Bappenas buat perencanaan dulu, kita akan siap dengan usulan-usulan kita. Ini kan masih dalam perjalanan waktu," ungkap Luhut di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (9/9/2019).

 Baca juga: Ibu Kota Pindah, Harga Tanah di Jakarta Tetap Selangit

Dia menyatakan, Bappenas sudah melakukan studi yang komprehensif terkait ibu kota baru, yang sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi smart city. Seperti dengan penggunaan transportasi yang berbasis electric vehicle.

Meski dinilai pemindahan ibu kota akan memberikan dampak yang baik, Luhut tak menampik akan selalu ada pro dan kontra akan kebijakan tersebut. Dengan nyeleneh dia menyebut pro dan kontra sebagai suatu hal yang terjadi di dunia.

 Baca juga: Bagaimana Persiapan Jaringan di Ibu Kota Baru?

"Pasti ada yang pro dan kontra. Kalau enggak mau ada pro dan kontra yah ke surga saja kita. Kalau di dunia pasti ada (pro dan kontra). Tapi yang penting adalah spiritnya untuk Indonesia," ungkap luhut.

Tak hanya itu, jawaban unik juga diungkapkan Luhut usai rapat, ketika ditanyai tentang isu banyaknya buaya yang hidup di salah satu daerah ibu kota baru, Kabupaten Penajam Paser Utara. Luhut menilai kehadiran reptil itu bukan sesuatu hal yang perlu di persoalkan.

"Kalau soal lingkungan tentu kita sangat pro. Jadi ya enggak apa-apa asal jangan buaya darat aja," seloroh dia.

 Baca juga: Hutama Karya Tunggu Skema Kerja Sama Bangun Ibu Kota Baru

Luhut juga turut menanggapi pernyataan Politikus Senior PAN Amien Rais yang menolak rencana pemindahan ibu kota. Amien menilai pemindahan ibu kota akan mengancam kedaulatan Indonesia oleh China, karena lokasinya yang berdekatan dengan Laut China Selatan dan Laut China.

Luhut pun menyatakan, untuk Amien tak berkomentar terkait hal yang tidak dipahaminya. Menurut Luhut, dia lebih memahami soal pertahanan mengingat pernah menjadi jenderal di TNI.

 Baca juga: Soal Ibu Kota Baru, Bos Hutama Karya: Seru Ya

"Jangan komentar apa yang enggak tahu. Kalau tahu politik, yah politik aja, jangan komentar-komentar yang enggak paham lah. Kalau enggak tahu soal pertahanan tanya saya, atau kalau memang enggak mengerti yah enggak usah komentar," kata Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini