nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Ingin Ada Perbaikan Ekosistem Investasi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 11 September 2019 18:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 11 320 2103574 jokowi-ingin-ada-perbaikan-ekosistem-investasi-YtT5SpIuSL.jpeg Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pemerintah melakukan perbaikan ekosistem investasi secara maksimal. Bahkan, dia mengajak jajarannya untuk menggelar rapat dua kali dalam sepekan guna membahas persoalan ekosistem investasi tersebut.

"Seminggu dua kali kita akan rapat khusus menyelesaikan yang berkaitan dengan perbaikan ekosistem investasi terus menerus sehingga betul-betul kita dapatkan putusan-putusam yang konkret sehingga perbaikan ekosistem investasi betul-betul kita peroleh," ujar Jokowi dalam ratas 'Perbaikan Ekosistem Investasi' di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Baca Juga: Fakta di Balik Kesalnya Jokowi soal Indonesia Kalah Saing dengan Vietnam

Jokowi menerangkan bahwa hasil ratas pekan lalu telah memutuskan bahwa kementerian dan lembaga terutama yang berkaitan dengan ekonomi untuk menginventarisasi semua persoalan regulasi yang menghambat, hingga memperlambat investasi.

"Selain itu saya juga minta agar setiap kementerian yang berhubungan dengan investasi menginventarisasi perusahaan-perusahan, kemarin sudah saya minta tapi saya ulang lagi, menginventarisasi perusahaan-perusahaan mancanegara yang sudah berkomitmen untuk menanamkan investasinya di negara kita namun terlambat realisasi karena mengalami kendala di lapangan sehingga belum terealisasi," ujarnya.

Baca Juga: 33 Perusahaan Asing Tak Lirik Indonesia, Menko Luhut: Kita Tiru Vietnam

Kepala Negara menekankan bahwa selama ini banyak perusahan asing yang ingin berinvestasi di Tanah Air namun selalu terkendala persoalan rumitnya perizinan.

"Yang gede-gese banyak yang sedang-sedang lebih banyak. Tolong inventarisir semuanya. Dan saya minta dicek satu per satu masalahnya ada di mana. Sata minta dicek satu per satu masalahnya ada di mana. Segera dilakukan bottlenecking sehingga kita harus buka sumbatan apa yang menyebabkan itu tidak terealisasi," jelasnya.

Jokowi juga mengingatkan bahwa pemerintah harus bekerja cepat dalam memperbaiki ekosistem invetasinya agar bisa dilirik investor. Sehingga, ia tak ingin adanya permasalahan yang justru datang dari regulasi itu yang dibuat pemerintah.

"Saya tahu dalam 5 tahun ini memang sudah ada peningkatan sehingga daya saing kita naik, dan kita juga mulai penyederhanaan perizinan lewat OSS, tapi dalam faktanya itu belum cukup. Tidak cukup!" tegasnya.

Baca Juga: Kalah Saing dari Vietnam, Indonesia 'Sakitnya' Tuh di Sini

Jokowi ingin pemerintah bekerja lebih cepat lagi dalam memperbaiki ekosistem investasi. Pasalnya, negara-negara pesaing lainnya telah berbenah dan berlomba-lomba dalam menawarkan berbagai tawaran yang menarik untuk berinvestasi.

"Sehingga yang saya ceritakan kemarin 33 perusahaan tidak ada satupun yang ke Indonesia itu saya kira ini menjadi catatan besar bagi kita. Sampai saat ini saya masih sering menerima keluhan para investor yang menghadapi kendala-kendala karena regulasi, perizinan berinvestasi di negara kita yang betul-betul prosedural, terlalu banyak aturan, terlalu banyak UU-nya, berbelit-berbelit," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini