nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata, Mata Kuliah Akuntansi Bikin Sri Mulyani Pusing

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 13:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 12 20 2103949 ternyata-mata-kuliah-akutansi-bikin-sri-mulyani-pusing-e3dds2q16N.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku sebenarnya tidak menyukai ilmu akuntansi pada saat kuliah. Dirinya lebih menyukai ilmu ekonomi secara umum dibandingkan harus menghitung seperti akuntansi.

Saat mempelajari ilmu akuntansi, dirinya merasa hal yang sama dengan mahasiswa umumnya. Rasa pusing selalu membayangi kepalanya ketika mempelajari ilmu akuntansi.

Baca Juga: Kompaknya Sri Mulyani dan Destri Damayanti beri Kuliah di FEB UI, Ini yang Dibahas!

"Saya share saja dulu. Waktu itu saya bosen enggak ngerti akuntansi. Perasaan yang Anda miliki itu enggak sendirian. Dulu saya pas masuk akuntansi itu punya perasaan yang sama, yang mana akuntansi bikin pusing saja. Saya suka ilmu ekonominya dibandingkan akuntansinya," ujarnya di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Sri Mulyani Buka-bukaan soal Ekonomi RI di Manager Forum MNC Group

Namun, lanjut Sri Mulyani, kini pelajaran akuntansi harus dipraktikan pada pekerjaannya sebagai Menteri Keuangan. Saat mengelola keuangan negara, dirinya masih merasakan hal yang sama ketika pertama belajar akuntansi.

Baca Juga: Jadi Inspirasi Anak Bangsa, Sri Mulyani Ajak Jajaran Kemenkeu untuk Mengajar

Menurutnya, mengelola keuangan tidaklah mudah. Apalagi yang dikelola merupakan uang negara yang peranya sangat penting untuk pembangunan.

Sulitnya mengelola keuangan seringkali membuat dirinya sering terbawa perasaan. Apalagi jika banyak pihak-pihaknya yang tidak puas terhadap hasil hitungan tersebut.

Oleh karena itu, dirinya kembali menegaskan mengelola keuangan dan menjelaskan penggunaan keuangan di setiap negara dan lembaga tidaklah mudah. Pasalnya, dalam menghitung keuangan negara haruslah akuntabel.

"Seperti saya yang melihat ini hitunganya baik loh. Tapi kok tidak benar yang disalahkan akuntansi? Padahal, perasaan saya benar. Namanya perasaan ya, makanya kalau masalah uang terus menimbulkan banyak perasaan kalau udah melaporkan memang ada standarnya," jelasnya

Meskipun begitu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu akan menjalankan tugasnya semaksimal mungkin. Dirinya berjanji akan mengelola keuangan secara akuntabel dan kredibel.

"Jadi semangat lagi waktu menganggarkan lebih semangat lagi dan lebih kredibel," jelasnya.(fbn)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini