nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Setiap Cuitan Trump Pengaruhi Proyeksi Ekonomi

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 13:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 12 20 2103953 sri-mulyani-setiap-cuitan-trump-pengaruhi-proyeksi-ekonomi-SKVKFRhPYz.jpg Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait kondisi perekonomian global saat ini. Kondisi perekonomian global saat ini memang masih tidak stabil, bahkan harus menghadapi bayang-bayang resesi.

Menurut Sri Mulyani, kondisi perekonomian global yang masih tidak stabil saat ini dipengaruhi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Setiap ada ucapan yang terlontar dari Trump, baik secara langsung ataupun lewat akun Twitter menimbulkan gejolak pada perekonomian global.

 Baca juga: Masukan World Bank biar Investasi di RI Tambah 'Cantik'

"Kalau kita lihat policy Amerika Serikat itu mempengaruhi ekonomi seperti cuitan di Twitter Presiden Trump mempengaruhi proyeksi ekonomi," ujar Sri Mulyani di Djakarta Teater, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

 Trump

Sebagai salah satu contohnya adalah mengenai cuitannya tentang pengenaan tarif impor produk China yang masuk ke Amerika Serikat. Hal ini membuat perang dagang antara Amerika Serikat dan China semakin memanas.

 Baca juga: SDM Kelautan dan Perikanan Perlu Ditingkatkan untuk Dongkrak Ekonomi RI

“AS dan China dan ekonomi terbesar di dunia. Brexit dan politik di Indonesia, itu pusing. Bahkan tidak tahu lagi," ucapnya

Belum lagi kebijakan The Fed yang juga membuat ekonomi global gonjang-ganjing. Bahkan juga berpengaruh terhadap negara yang memiliki size ekonomi besar.

"Jadi resesi ekonomi, bicara The fed yang dilakukan Amerika spill effect dengan negara yang size ekonomi besar akan mempengaruhi sekitarnya dan dunia,” kata Sri Mulyani.

Untuk menghadapi hal tersebut, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu akan bekerjasama dengan Bank Indonesia dalam menjaga fundamental ekonomi. Pasalnya, masalah ekonomi Indonesia sangat rumit.

"Masalah Indonesia itu banyak seperti fundamentalnya, strukturalnya dan spill overnya, makanya kita bekerjasama dengan Bank Indonesia, OJK dan LPS dalam memperkuat pendalaman pasar keuangan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini