Neraca Perdagangan RI Surplus Tipis USD85,1 Juta pada Agustus 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 16 September 2019 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 16 320 2105324 neraca-perdagangan-ri-surplus-tipis-usd85-1-juta-pada-agustus-2019-zcp13rkadN.jpg Neraca Perdagangan Surplus Tipis pada Agustus 2019(Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan mengalami surplus tipis yakni USD85,1 juta pada Agustus 2019. Realisasi ini membaik dari posisi neraca perdagangan Agustus 2018 yang mengalami defisit sebesar USD953 juta.

Bila dibandingkan secara bulanan, realisasi ini juga membaik, lantaran pada neraca perdagangan Juli 2018 terjadi defisit sebesar USD64,3 juta.

 Baca Juga: Impor RI Capai USD14,2 Miliar, Turun 15%

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, nilai laju ekspor dan impor pada Agustus 2019 memang mengalami penurun, meski demikian laju kinerja impor ternyata jauh lebih lambat. Hal ini membuat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus.

Nilai impor Agustus 2019 tercatat mencapai USD14,20 miliar, mengalami penurunan sebesar 15,60% dibandingkan Agustus 2018 yang sebesar USD16,82 miliar. Dengan Juli 2019 juga tercatat turun 8,53% jadi USD15,52 miliar.

 Baca Juga: Ekspor RI Turun Hampir 10% Jadi USD14,2 Miliar pada Agustus 2019

Sedangkan nilai ekspor tercatat mencapai USD14,28 miliar, mengalami penurunan 9,99% dari Agustus 2018 yang mencapai USD15,87 miliar. Dibandingkan dengan Juli 2019 juga turun 7,60% dari USD15,45 miliar.

“Sehingga neraca perdagangan Agustus 2019 tercatat mengalami surplus sebesar USD85,1 juta. Meski demikian surplus ini belum sesuai harapan, semoga surplus ini bisa terus naik kedepannya," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/9/2019). 

 bps

Secara rinci, pria yang akrab disapa Kecuk ini menyatakan, pada komoditas non migas tercatat mengalami surplus USD840,2 juta. Sedangkan, migas mengalami defisit sebesar USD755,1 juta.

Defisit migas terdiri dari nilai minyak mentah yang mengalami defisit USD315,3 juta dan hasil minyak defisit USD839,7 juta. Namun pada gas tercatat surplus USD399,9 juta.

Adapun sepanjang Januari-Agustus 2019 kinerja neraca perdagangan Indonesia masih tercatat defisit sebesar USD1,81 miliar. Realisasi ini lebih baik dari periode Januari-Agustus 2018 yang defisit sebesar USD4,16 miliar.

 Neraca Dagang

Di mana laju komoditas non migas sepanjang hingga akhir Agustus 2019 tercatat surplus sebesar USD3,86 miliar. Lebih rendah dari posisi akhir Agustus 2018 yang surplus USD4,32 miliar.

Sedangkan untuk komoditas migas tercatat defisit sebesar USD5,67 miliar. Nilai itu lebih baik dari periode yang sama tahun lalu yang defisit sebesar USD8,48 miliar.

"Neraca perdagangan kita dihadapi tantangan yang harus dipikirkan dengan matang, meski ini bukan upaya yang mudah karena dihadapkan dengan berbagai tantangan ekonomi global," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini