nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Dunia Sempat Naik 15%, Gubernur BI: Tidak Terlalu Berpengaruh

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 17:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 19 20 2106914 harga-minyak-dunia-sempat-naik-15-gubernur-bi-tidak-terlalu-berpengaruh-V8w3gDW8Fv.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga minyak naik hingga 15% pada perdagangan Senin lalu waktu setempat, dengan Brent mencatat lompatan terbesar lebih dari 30 tahun di tengah rekor volume perdagangan. Hal ini setelah serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi, memotong produksi minyak.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan harga minyak yang terjadi beberapa waktu lalu tidak terlalu berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Pasalnya, kontribusi terhadap penerimaan negara yang berasal dari penjualan minyak juga relatif kecil.

 Baca juga: Harga Minyak Kian Tak Karuan Dipicu Kenaikan Stok AS

"Kalau ada kenaikan harga minyak tidak terlalu berpengaruh. Begitu juga dari sisi fiskal juga tidak terpengaruh," ujarnya dalam acara konferensi pers di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

 Minyak

Menurut Perry, negara-negara yang terpengaruh terhadap kenaikan harga minyak beberapa waktu lalu adalah mereka yang masih bergantung pada impor minyak. Dirinya mencontohkan India dan China yang angka konsumsi minyaknya sangat tinggi sekali.

 Baca juga: Imbas Serangan Drone, Investor Akan Lari ke Emas dan Obligasi Pemerintah

"Kalau pertumbuhan ekonomi, dunia (cenderung) menurun. Apalagi negara-negara yang memerlukan minyak yang besar apakah itu Tiongkok atau India yang selama ini membutuhkan minyak itu mengalami penurunan (pertumbuhan ekonominya)," kata Perry.

Lagipula, lanjut Perry, kenaikan harga minyak itu hanya bersifat sementara. Bahkan menurutnya, dalam beberapa waktu ke depan harga minyak dunia akan cenderung mengalami penurunan meskipun angkanya kecil.

 Baca juga: Arab Klaim Pasokan Pulih, Harga Minyak Anjlok 6%

"Kenaikan harga minyak kemarin terkait faktor non fundamental ekonomi kemarin serangan drone di Arab Saudi. (Jadi) kemarin (kenaikan harga minyak) bersifat temporer dari sisi fundamentalnya kecenderungannya stay atau turun," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution juga menyatakan hal yang sama dengan Perry. Menurutnya, kenaikan harga minyak hingga 15% merupakan sesuatu yang biasa, sebab pergerakan harga minyak akan terus terjadi.

Saat ditanya mengenai dampaknya ke perekonomian, Darmin menyebut tergantung dari berapa lama kenaikan tersebut terjadi. Lagipula, pemerintah juga tidak terlalu memuskingkan mengenai kenaikan harga minyak ini.

Pasalnya kondisi seperti ini hanya bersifat sementara. Bahkan bisa saja dalam beberapa hari ke depan tiba-tiba harga minyak justru jatuh.

“Itu tergantung berapa lama itu selesainya. Ya namanya dunia ada insiden kaya gitu ya,jangan terlalu diinilah (dipusingkan),” ucapnya beberapa waktu lalu.

Lagipula lanjut Darmin, stok minyak dunia masih banyak. Lain cerita jika minyak dunia habis, tentunya hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap ekonomi.

“Kecuali kebakaran habis nggak bisa dibetuli lagi baru pusing kita. Tapi itu akan ada dampaknya,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution juga menyatakan hal yang sama dengan Perry. Menurutnya, kenaikan harga minyak hingga 15% merupakan sesuatu yang biasa, sebab pergerakan harga minyak akan terus terjadi.

Saat ditanya mengenai dampaknya ke perekonomian, Darmin menyebut tergantung dari berapa lama kenaikan tersebut terjadi. Lagipula, pemerintah juga tidak terlalu memuskingkan mengenai kenaikan harga minyak ini.

Pasalnya kondisi seperti ini hanya bersifat sementara. Bahkan bisa saja dalam beberapa hari ke depan tiba-tiba harga minyak justru jatuh.

“Itu tergantung berapa lama itu selesainya. Ya namanya dunia ada insiden kaya gitu ya,jangan terlalu diinilah (dipusingkan),” ucapnya beberapa waktu lalu.

Lagipula lanjut Darmin, stok minyak dunia masih banyak. Lain cerita jika minyak dunia habis, tentunya hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap ekonomi.

“Kecuali kebakaran habis nggak bisa dibetuli lagi baru pusing kita. Tapi itu akan ada dampaknya,” ucapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini