nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Sukses Tak Hanya dari Baca Buku, Tapi Siapkan Diri untuk Terjun

Hambali, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 20:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 19 20 2107000 sri-mulyani-sukses-tak-hanya-dari-baca-buku-tapi-siapkan-diri-untuk-terjun-uxqkQWuDdd.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani di Wisuda PKN STAN (Foto: Biro KLI Kemenkeu)

TANGERANG SELATAN – Menteri Keuangan Sri Mulyani memompa semangat para wisudawan PKN STAN. Pesan utama yang disampaikan adalah terus mencintai Indonesia tanpa lelah.

"Jadi Anda kalau mau sukses, tidak hanya diam membaca buku, Anda harus menyiapkan diri untuk terjun. Anda harus belajar dan belajar. Itu adalah cara mental kita untuk memperbaiki republik ini," tuturnya.

 Baca juga: 'Skak' Pengusaha Properti, Sri Mulyani: Kapan Bisa Tumbuh 10%?

Menteri Sri Mulyani juga memaparkan soal visi Indonesia 2045 yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di mana pada level itu, Indonesia diharapkan mencapai tahapan ekonomi yang lebih tinggi dan kompleks.

"Saya ingin menyampaikan tantangan ke depan. Indonesia baru-baru ini merayakan proklamasi kemerdekaan RI dengan menyampaikan visi yang bisa kita capai pada saat kita insya Allah merayakan 100 tahun kemerdekaan RI, tahun 2045," jelasnya.

 Baca juga: Sri Mulyani dan 3 Menkeu Tulis Artikel soal Ekonomi Kekinian di Koran

Dikatakannya, nanti pada tahun 2045 maka usia para wisudawan PKN STAN hari ini setidaknya sudah berkarier sebagai ASN selama 25 tahun. Artinya, fase itu merupakan capaian karier tertinggi. Namun dia menantang kepada wisudawan apa yang akan diperbuat menyongsong visi 2045.

"Apa yang kita bayangkan pada 2045 saat Indonesia merayakan kemerdekaan 100 tahun? Pada saat itu momentum kemerdekaan dapat kita jaga, Indonesia akan mencapai pendapatan menengah tinggi atau bahkan tertinggi, dengan jumlah penduduk mencapai di atas 300 juta," katanya.

 Baca juga: Ternyata, Mata Kuliah Akuntansi Bikin Sri Mulyani Pusing

"Mayoritas tinggal di perkotaan, penduduk produktif seimbang dengan usia yang memasuki era penuaan atau ujung. Indonesia mampu mencapai cita-cita tersebut, mendekatkan diri mencapai masyarakat adil, makmur, apabila kita menjaga republik secara sungguh sungguh," tambahnya.

Menurut Sri Mulyani, menyongsong itu maka semua kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas SDM terus digenjot, meningkatkan kualitas birokrasi dan membangun infrastruktur. Dengan begitu, di mana pun masyarakat berada maka mereka merasakan menjadi bagian dari NKRI yang berdaulat, adil, bersatu dan makmur.

"Kita harus menjaga momentum kemajuan yang kita raih dan memperbaiki kualitas kebijakan, institusi dan infrastruktur serta SDM. Peran Anda untuk masuk menjadi punggawa pengelola keuangan negara menjadi perlu. Pendidikan karakter sebagai calon pemimpin sangat penting, Anda akan menjadi tonggak penting menjaga republik dengan ilmu Anda, moral Anda dan karakter Anda," ucapnya.

Visi Indonesia 2045 menargetkan jika nantinya Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-5 di dunia. Ketika itu nilai PDB mencapai USD7,3 triliun dan pendapatan per kapita mencapai 25.000 USD.

Dalam mencapai visi Indonesia 2045 ada 4 pilar pembangunan yang perlu diperkuat, yakni pertama, sumber daya yang unggul, berbudaya, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, ekonomi maju dan berkelanjutan. Ketiga, pembangunan merata dan inklusif, dan keempat, negara demokratis, kuat, dan bersih.

Wisuda Akbar PKN STAN tahun ini mengusung tema Arkadhyana, yang berarti Agungkan Renjana Kisah Pengabdian Tiada Akhir untuk Kejayaan Indonesia. Kata “Arka” bermakna matahari, sedangkan kata “Dhyana” berasal dari kata “Widhyanata” bermakna pandai berilmu.

Melalui tema tersebut, para wisudawan PKN STAN diharapkan dapat menjadi punggawa keuangan negara yang berketerampilan khusus dalam merangkai kisah pengabdian ke seluruh penjuru wilayah tanah air. Para wisudawan berasal dari 12 Program Studi di PKN STAN.

PKN STAN berkomitmen untuk dapat menghasilkan lulusan yang terampil dan memiliki daya saing di bidang keuangan negara. Melalui distribusi lulusan PKN STAN ke berbagai unit di Kementerian Keuangan dan unit lain Non-Kementerian Keuangan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini