nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Cara Tim Evakuasi Hiu Paus di PLTU Paiton, Ternyata Butuh 4 Hari Loh!

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 14:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 21 320 2107631 ini-cara-tim-evakuasi-hiu-paus-di-pltu-paiton-ternyata-butuh-4-hari-loh-ETs68POzis.jpg Hiu di PLTU Paiton (Foto: Dok)

JAKARTA - Kisah seekor hiu paus yang tersesat di kanal PLTU Paiton sukses membuat para netizen terharu. Namun, di balik kisah tersebut para tim rescuenya pun berjuang agar hewan tersebut dievakuasi dengan selamat.

Dalam proses evakuasi Hiu Paitonah Ketua Tim Evakuasi Rescue Whale Shark Paiton, Letkol Imam Wibowo melaporkan bahwa proses evakuasi menggunakan beberapa metode yang sesuai dengan prinsip Animal Walfare serta keamanan dan keselamatan personil. Hal ini mengingat, medan yaitu kanal inlet PLTU Paiton memiliki kecepatan arus 0,8 - 1 m/s.

 Baca juga: Viral, Drama Haru Hiu Nyasar di Kanal PLTU Paiton

Dari beberapa alternatif tersebut, dipilihlah metode kombinasi yakni menggunakan jaring kantong yang diberi bingkai besi berukuran 6x4 meter di bagian mulut jaring.

 Hiu di PLTU Paiton

"Perlu diteliti atau ditelusuri apa penyebab hiu paus tersebut tertarik masuk ke daerah sekitar PLTU Paiton. Ini penting untuk mencegah kejadian tersebut berulang, karena biasanya apabila sudah terdampar masuk ke wilayah inlet, akan sulit bagi hiu paus tersebut kembali ke habitatnya di laut lepas," Ujar Nursahid mengutip keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (21/9/2019).

 Baca juga: Penemuan Seekor Ikan Bermulut Dua Buat Heboh Warganet

Selama 4 hari proses, kegiatan evakuasi dimulai sejak pukul 05:00 WIB. Pada Kamis, 19 September 2019 tim mengaplikasikan metode kombinasi yang merupakan perbaikan dari metode-metode sebelumnya. Proses ini diawali dengan memasukkan jaring kantong ke kanal inlet dengan mobile crane berkapasitas 30 ton.

Namun, crane tidak kuat menahan jaring kantong yang terbawa arus. Sehingga dilakukan penggantian crane dengan kapasitas yang lebih besar yaitu 50 ton.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini