nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Hindari Jeratan Utang Fintech ala Bos OJK

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 23 September 2019 15:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 23 320 2108217 tips-hindari-jeratan-utang-fintech-ala-bos-ojk-YZwxl95mIg.jpg Fintech (Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membagikan tips kepada masyarakat agar terhindar dari penagih utang atau debt collector pada perusahaan fintech peer-to-peer (P2P) lending. Karena belakangan ini, banyak sekali keluhan nasabah fintech yang serinai terjerat hutang dan tidak bisa membayar pinjaman.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan sebelum memberikan pinjaman ada baiknya, masyarakat bisa memastikan untuk mampu membayar pinjaman tersebut. Atau mulai diperkirakan antara kemampuan membayar dengan jumlah pinjamannya.

 Baca juga: Bos OJK: Data Fintech Perlu Dilindungi oleh UU

"Mendingan kalau enggak punya pekerjaan cari pekerjaan yang betul. Nanti jangan sampai enggak kuat membayar. Karena pasti ditagih kalau ditagih pasti menjadi enggak enak dan menjadi tercatat dalam list yang tidak membayar," ujarnya saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).

 Wimboh

Jika tidak mampu, lanjutnya, ada baiknya nasabah tidak melakukan pinjaman pada Fintech terlalu banyak dan sering. Karena jika meminjam terlalu banyak, nasabah bisa terjerat utang yang tidak bisa dibayarkan.

 Baca juga: Gubernur BI Minta Indonesia Sontek India hingga China soal Perlindungan Data

" Sebenarnya itu tidak hanya provider yang harus memenuhi etika. Tapi, nasabah juga ahrus memenuhi etika. kalau, pinjam ya terukur jangan sampai minjem 20 kali dari berbagai fintech, jangan," jelasnya.

Selain itu lanjut Wimboh, masyarakat juga harus menyaring fintech yang akan dijadikan tempat meminjam uang. Jangan sampai masyarakat meminjam uang dari fintech yang ilegal.

Saat ini lanjut Wimboh, pihaknya tengah mengumpulkan data pengguna. Hal ini sebagai upaya perusahaan Fintech legal bisa mendeteksi peminjam-peminjam yang tidak memiliki track record baik sebelumnya.

"Sehingga siapapun yang pernah pinjem di fintech yang tidak membayar pasti ada catatatnya dan sampai kapanpun pinjem lagi enggak boleh," kata Wimboh.

Disisi lain lanjut Wimboh, ada beberapa hal sudah dilakukan OJK untuk minimalisasi risiko. Salah satunya membentuk asosiasi penyelenggara fintech.

"Asosiasi bertugas untuk membuat kode etik penyelenggara fintech agar kode etik ini tetap dalam koridor dalam jual beli data, tidak boleh menagih dengan cara semana-mena dan Data harus transparan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini