nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur BI Minta Indonesia Sontek India hingga China soal Perlindungan Data

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 23 September 2019 13:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 23 320 2108159 gubernur-bi-minta-indonesia-sontek-india-hingga-china-soal-perlindungan-data-dyW4uYItuF.jpg Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyoroti pentingnya perlindungan data bagi konsumen di era sistem keuangan berbasis digital alias Financial Technology (Fintech). Hal ini dilakukan agar data konsumen bisa terlindungi dan tidak digunakan oleh pihak fintech yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu perlindungan juga perlu dilakukan untuk melindungi dari fintech-fintech ilegal. Apalagi saat ini perkembangan fintech ini begitu cepat datangnya.

 Baca juga: Sri Mulyani Bocorkan Cara Pajaki Fintech

"Saat membangun data harus dilindungi dan harus ada persetujuan konsumen dan digunakan oleh industri. Jadi data identitas, tanggal lahir semua harus diminta dengan izin konsumen," ujarnya dalam acara IFSE 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).

 Perry Warjiyo

Menurut Perry, dalam hal pelindungan data konsumen Indonesia bisa meniru India. Sebab, India terkenal dengan pengamanan data konsumennya yang sangat baik.

 Baca juga: Sri Mulyani: Jakarta Jadi Pemimpin Terdepan Penggunaan Fintech

Selain India, China juga bisa dijadikan contoh oleh Indonesia. Karena negeri tirai bambu ini juga memiliki banyak perusahaan Fintech dan E-Commerce namun data konsumennya tetap nyaman tersimpan.

" Ini mencari ke seluruh dunja, data disatu sisi diserahkan ke swasta, kepemilikan dan penggunaannya. Tapi ada sebagian data dibangun untuk publik untuk pemerintah pusat, seperti India dan China," jelasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga akan membangun kerangka hukum perlindungan data digital di Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, hal ini penting untuk disegerakan agar dapat melindungi masyarakat dari penyalahgunaan data dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Kalau ada UU soal kepentingan data, maka bisa melindungi masyarakat jadi ini kita harus terapkan regulasinya," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini