nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kota Tampak Lebih Maju tapi Menyimpan 6 Masalah, Apa Saja?

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Senin 23 September 2019 13:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 23 470 2108157 kota-tampak-lebih-maju-tapi-menyimpan-6-masalah-apa-saja-FidjNdWRL1.png 6 Masalah di Perkotaan (Foto: Instagram/DJPK)

JAKARTA - Setiap wilayah memiliki persoalan masing-masing. Mulai dari banjir, sampah hingga kemacetan. Apa saja dan bagaimanakah solusinya?

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan memberikan informasi mengenai langkah-langkah untuk menghadapi permasalahan yang ada di wilayah perkotaan.

"Setiap kawasan memiliki permasalahannya masing-masing. Tak terkecuali dengan perkotaan. Apa saja permasalahan di wilayah perkotaan dan apa langkah pemerintah untuk membantu daerah-daerah perkotaan tersebut mengatasinya? Mari sama-sama kita simak infografis di atas," demikian seperti dikutip dalam akun Instagram @ditjenpk, Senin (23/9/2019).

 Baca Juga: Proyek Prestisius, Bekraf Buruh Rp100 Triliun untuk Bangun Kota Kreatif

Berikut permasalahan di perkotaan, sekilas tampak lebih maju namun menyimpan masalah tersendiri.

1. Permasalahan yang terjadi biasanya karena tingkat pertumbuhan penduduk perkotaan yang hampir 2 kali lipat dari pertumbuhan penduduk nasional

2. Kualitas dan konektivitas antar infrastruktur kurang memadai

3. Minimnya ketersediaan ruang publik

 Baca Juga: Kalahkan Singapura, Tokyo Kembali Dinobatkan sebagai Kota Teraman di Dunia

4. Kuantitas sampah dan polusi semakin meningkat

5. Perekonomian informasi yang tidak terkendali

6. Minimnya langkah antisipasi dan mitigasi bencana

 Masalah Perkotaan

DJPK menyatakan bahwa untuk mengatasi permasalahan di perkotaan dengan cara melakukan pinjaman kepada Pemda untuk tahun 2015-2020.

Pinjaman yang dilakukan berupa pembuatan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dengan jumlah pinjaman mencapai JPY63,9 miliar atau setara dengan Rp8,3 triliun yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan di perkotaan.

 MRT

Selanjutnya, dana itu juga digunakan untuk Urban Water Supply & Sanitation Project di Bogor dengan jumlah pinjaman mencapai Rp87,0 miliar yang bertujuan untuk peningkatan sistem penyediaan air minum.

Lalu, ada Urban Sector Development Reform Project di Banda Aceh & Palopo dengan jumlah pinjaman Rp86,1 miliar untuk pembangunan Infrastruktur (pasar, tempat pelelangan ikan).

Yang terakhir dana sebesar USD69,3 juta atau setara dengan Rp9,7 triliun untuk sebuah Urgent Flood Mitigation Project di Jakarta sebagai normalisasi sungai untuk mengatasi banjir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini